by

Butuh Dukungan Pemkab Untuk Kembangakan Industri Kreatif Batu Alam Khas Sarolangun

Photo : Mujiono Pengrajin Batu Alam

 

Dimensinews.co.id SAROLANGUN – Tidak dirugukan lagi kekayaan alam yang ada di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kabupaten sarolangun untuk meningkatkan ekonomi kreatif dengan mengolah hasil kekayaan alam yang di milikinya.

Seperti di salah satu wilayah kabupaten Sarolangun  kecamatan limun dan Cermin Nan Gedang (CNG) misalnya, daerah tersebut selain daerah penghasil perkebunan dan daerah wisata alam rupanya juga penghasil batu alam yang sangat luar biasa memiliki nilai jual yang tinggi.

Berbagai jenis batu alam dari wilayah tersebut juga bisa diolah dengan baik sebagai aksesoris dan cinderamata atau ciri khas dari daerah itu sendiri dan juga kabupaten sarolangun jambi.

Seperti yang dilakoni pengrajin batu warga tanjung raden kecamatan limun. Batu gelondongan berbagai macam jenis bertebaran di halaman rumah bapak mujiono bisa mengubah batu alam itu menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

“Ya, dari batu sarang tawon, batu cendol kalok orang sini nyebutnya. Batu sungkai, batu solar masih banyak,”  katanya selasa (18/6)

Dengan alat seadanya, berbagai ukuran batu dari mulai ukuran besar dan kecil ia ubah menjadi barang jadi seperti batu cincin. Dari hasil itu,  muji menjualnya dengan harga bervariasi

“Batu dari variasi harga ada yang 50, 20 dan 10 ribu,” katanya

Batu itu, selain ia jual menjadi barang jadi,  ia juga menjual berbagai jenis batu gelondong atau masih barang mentah.

Bahkan dia menyebuy Batu itu ia jual sampai ke luar daerah seperti pulau jawa  dan daerah lainnya.

“Kita jual tergantung jenis, kita kadang 1 kg 100 ribu jenis batu tawon dan ada yang super tapi harga 300 dan itu pun susah dicari. Selama ini sama temen di sukabumi dan tamu yang datang sendiri,” katanya

Diakuinya memang berbisnis batu alam ini memang susah susah gampang. “Sekarang agak menyendat, soalnya prediksi ada lancar dan agak lamban,”ujarnya

Orang yang berpengalaman dibidang batu itupun sedikit mengeluh karena keterbatasan alat menjadi kendala untuk membuat sebuah karya dengna alat seadanya.

Pria yang begelut dibidang batu itu berharap kepada pihak terkait agar bisa memperhatikan pengrajin sarolangun

“kita kan banyak pengrajin apa salahnya kita ngolah sendiri. Pengrajin kepengen kalok ada alatnya supaya kita bisa produksi sendiri dan masyarakat sekitar juga bisa membeli dengan harga murah,” katanya

“Selain itu juga hal ini kalau di perhatiakan oleh pemerintah akan mendorong terjadinya ekonomi kreatif atau industri rumahan bagi warga daerah ini sendiri .ucapnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan Wartawan : Sanu

Editor.                        : Red DN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed