JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 5 Maret mendatang. Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi berbagai fenomena atmosfer, baik pada skala global, regional, maupun lokal.
Dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 27 Februari–5 Maret, BMKG menyebutkan bahwa secara umum cuaca Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, masyarakat diminta mewaspadai peningkatan intensitas hujan yang dapat mencapai kategori lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah.
BMKG menjelaskan, pada skala global, fenomena La Niña kategori lemah masih terdeteksi melalui indeks Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño 3.4. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan tetap aktif dalam beberapa hari ke depan.
MJO diprediksi berada pada fase 3 (Samudra Hindia) dan fase 4 (Maritime Continent), yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di Indonesia. Aktivitas tersebut juga diperkuat oleh keberadaan Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, serta gelombang frekuensi rendah yang aktif di sejumlah wilayah perairan dan daratan Indonesia.
Kombinasi fenomena tersebut terpantau memengaruhi wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Kalimantan. Dinamika atmosfer serupa juga terjadi di Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga sebagian besar Papua.
Selain itu, BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Lampung dan di Samudra Pasifik timur laut Papua Nugini. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitarnya dan meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di Bali mencapai 216,9 milimeter per hari. Sementara itu, Sulawesi Selatan mengalami hujan sangat lebat dengan intensitas hingga 146,5 milimeter per hari. Di wilayah lain, hujan ringan hingga sedang juga masih mendominasi dengan intensitas yang bervariasi.
BMKG merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang dalam sepekan ke depan. Pada periode 27 Februari–1 Maret, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Angin kencang berpotensi melanda sebagian Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, serta Papua.
Sementara pada periode 2–5 Maret, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Adapun angin kencang berpotensi terjadi di Lampung, sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah dan selatan, Sulawesi, Maluku, serta Papua.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi, serta terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi.*
















