
DimensiNews.co.id SAROLANGUN – Setelah hampir lima tahun mangkrak Mengalami berbagai kendala proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi SUTT,sedikitnya 161 akan berdiri di kabupaten sarolangun tahun 2018 ini.
Kejaksaan negri sarolangun Ikhwan Nul Hakim menyebutkan bahwa proyek tersebut, merupakan salah satu program pemerintah Pusat yang sejak lima tahun lalu disiapkan guna untuk mengatasi krisis listrik, dengan melibatkan pihak PLN yang mencakup wilayah Sumatera bagian tengah yakni Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau dan Pekan baru.
“Sebenarnya SUTT ini program pusat yang sudah lama disiapkan sejak lima tahun lalu,tapi waktu itu terkendala belum ketemunya antara ganti rugi penempatan tapak tower dengan pemilik lokas.ujarnya.(14/3/2018)
Sekarang dengan upaya pendekatan humanis, alhmadulillah warga bisa menerima itu dan ganti ruginya sesuai aturan dan sesuai juga dengan keinginan warga “
Dia juga menjelaskan di Kabupaten Sarolangun rencanya akan dibangun di beberapa desa dalam tiga kecamatan, Di Kecamatan Mandiangin berada di Desa Talang Serdang, Desa Taman Dewa, Desa Gurun Tuo, dan Desa Rangkiling. Di Kecamatan Pauh akan dibangun di Desa Semaran, Desa Batu Ampar dan Desa Rangkiling. sementara di Kecamatan Sarolangun dibangun di Desa Ladang Panjang, dan kelurahan Sarkam.
“Di sarolangun rencananya di bangun, untuk wilayah Kabupaten Sarolangun, 161 Tapak tower sutet, Jarak tapaknya 300 meter. Cuma satu tapak yang belum bisa dibangun, tempatnya di wilayah PT Minimex, saya punya mou dengan PLN, “katanya.
Dalam pembangunan tapak tower tersebut pihaknya bersama pemerintah dan pihak PLN berupaya dalam menyelesaikan soal ganti rugi tanah masyarakat,
Dari 161 tapak tower beserta saluran lintasan kabelnya hanya ada 1 tapak yang belum diselesaikan karena tidak mau yakni di wilayah PT Minimex.
“Siang malam kita sosialisasi ke masyarakat,saya ke rangkiling kemarin, ternyata kenapa selama ini tersendat, karena kendalanya tidak tercapainya kesepakatan dengan masyarakat, makanya kita turun langsung.
“Kita di sarolangun telah terjadi krisis energi, semoga dengan jadinya bangunan tapak tower ini bisa teratasi, “jelasnya.
Dalam penyelesaian lahan dengan masyarakat, ke depan akan melakukan jadwal keliling,minggu depan kita akan ke pauh,melakukan sosialisasi seperti ini,Tutupnya
Laporan Reporter : Sanu
Editor. : Red DN
















