Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Bendul Merisi Diburu Polisi

  • Bagikan
Gambar ilustrasi Aksi Pelaku Pencurian rumah kosong. (Dok. AI)

SURABAYA – Kepolisian Sektor (Polsek) Wonocolo memastikan penyelidikan kasus dugaan pencurian rumah kosong di kawasan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, masih terus berjalan. Kapolsek Wonocolo Kompol Hariyoko Widhi bahkan memberikan atensi langsung terhadap penanganan perkara.

Kasus tersebut menimpa Moch Fauzi Muslim, yang rumahnya di Jalan Bendul Merisi Gang Besar Selatan diduga dibobol pencuri saat ditinggal bekerja.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit telepon genggam Samsung A9, gelang emas seberat 7 gram, cincin emas seberat 1,5 gram, beserta surat pembeliannya. Total kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Adapun dua buku BPKB sepeda motor yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang telah ditemukan kembali oleh pelapor sehingga tidak lagi menjadi bagian dari barang yang akan dicari penyidik.

BACA JUGA :   Sejoli Tewas di Kamar Kos Sidosermo, Polisi Selidiki Penyebab Kematian 

Kapolsek Berikan Atensi Langsung

Setelah sekitar satu bulan lebih menunggu perkembangan penanganan perkara, korban/Pelapor akhirnya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polsek Wonocolo.

Sebelumnya, DimensiNews.co.id mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut kepada Kapolsek Wonocolo, Kompol Hariyoko Widhi. 

Menanggapi hal itu, Kapolsek menyatakan akan mengecek langsung perkembangan penyelidikan.

“Coba saya cek perkembangannya mas,” ujar Kompol Hariyoko melalui pesan WhatsApp nya.

Selang esok harinya, penyidik menerbitkan SP2HP Nomor B/150/SP2HP-1/LP-M.121.V.26/2026/Reskrim tertanggal 2 Juli 2026 yang ditujukan kepada pelapor.

Penyelidikan Terus Berjalan

Dalam SP2HP dijelaskan penyidik telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, di antaranya mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan pelapor dan sejumlah saksi, serta mengumpulkan informasi terkait identitas pelaku.

BACA JUGA :   Suami Mutilasi Istri Di Kota Malang Seorang Pensiunan BUMN

Namun, proses penyelidikan belum membuahkan hasil. Dalam SP2HP, Polisi mengungkap beberapa kendala, yakni tidak adanya kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, minimnya saksi yang mengetahui langsung peristiwa pencurian, serta tidak ditemukannya dus maupun dokumen telepon genggam yang memuat nomor IMEI sehingga ponsel yang hilang belum dapat dilacak.

Meski demikian, polisi memastikan upaya pengungkapan kasus tetap terus dilakukan.

Kanit Reskrim: Pelaku Tetap Diburu

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Abdul Rohim menegaskan penyidik masih terus memburu pelaku meski hingga kini belum ditemukan petunjuk yang mengarah kepada identitas pelaku.

“Anggota kami telah meminta keterangan beberapa saksi. Tapi kami belum menemukan bukti petunjuk. Meski demikian penyelidikan ini masih berjalan,” ujar Ipda Abdul Rohim kepada DimensiNews.co.id.

Ia juga mengakui adanya keterlambatan penyampaian SP2HP kepada pelapor dan menyebut hal itu telah menjadi evaluasi internal.

BACA JUGA :   Miliki Senjata Api Jenis Pen Gun dan Puluhan Butir Peluru Pria di Tangerang Diamankan Polisi

“Penyidik saya marahi mas. Masa sudah lama korban/Pelapor nggak dikasih SP2HP. Suwun ya diingatkan, Mas,” pungkasnya.

Korban Berharap Pelaku Segera Ditangkap

Korban berharap penyelidikan segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat ditangkap dan barang-barang yang hilang bisa ditemukan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara penyidik dan pelapor dalam setiap tahapan penanganan perkara. Di sisi lain, komitmen Kapolsek Wonocolo yang memberikan atensi langsung serta memastikan penyelidikan tetap berjalan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian, khususnya dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80. (by)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses