TANGERANG – Berangkat dari cita-cita luhur untuk melanjutkan perjuangan dan mimpi almarhum ayahandanya, tokoh pemuda Dadap, Kabupaten Tangerang, Asim Dames, menggagas berdirinya Yayasan Babah Dames Indonesia (YBDI).
Yayasan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga sosial, tetapi hadir sebagai “rumah” yang aman, nyaman, dan memberikan harapan bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Tangerang yang membutuhkan pendampingan serta bantuan.
Saat ditemui di kediamannya, Asim Dames mengatakan, pendirian Yayasan Babah Dames Indonesia merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Pria kelahiran 1981 itu ingin YBDI tumbuh menjadi ruang kepedulian yang mampu menyentuh berbagai persoalan sosial secara berkelanjutan.
Menurut Asim, YBDI ke depan akan diarahkan menjadi pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan hingga konsultasi dan bantuan hukum bagi warga yang membutuhkan.
“Insya Allah, YBDI bukan sekadar menjadi tempat yang aman, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rehabilitasi kehidupan masyarakat. Kami ingin hadir melalui pendidikan, kesehatan, serta bantuan hukum,” ungkap Asim.
Tak berhenti pada pelayanan sosial, Asim juga menaruh perhatian besar terhadap persoalan keterampilan dan kesempatan kerja. YBDI, kata dia, terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk merancang program pelatihan kerja yang berorientasi pada masa depan peserta.
Ia menegaskan, pelatihan yang diberikan nantinya diharapkan tidak hanya berakhir pada pemberian sertifikat. Lebih dari itu, peserta harus memiliki peluang untuk memasuki dunia kerja dan meningkatkan taraf hidupnya.
“Kami terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pelatihan kerja. Bukan hanya mendapatkan selembar sertifikat, tetapi bagaimana setelah mengikuti pelatihan, masyarakat juga memperoleh kesempatan kerja sehingga taraf hidup mereka dapat tumbuh dan menjadi lebih baik,” tambahnya.
Bagi Asim, mendirikan Yayasan Babah Dames Indonesia bukan semata membangun sebuah lembaga. Ada nilai perjuangan, pengabdian, dan warisan kebaikan yang ingin terus dirawat dari cita-cita almarhum ayahandanya.
Ia meyakini, keberhasilan sebuah yayasan tidak hanya diukur dari besar atau megahnya organisasi, melainkan dari seberapa luas manfaat yang mampu dirasakan masyarakat. Kepedulian sosial, menurutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dilakukan dengan ketulusan, serta dijaga secara konsisten.
Semangat tersebut sekaligus membawa pesan moral bahwa kehidupan yang bermakna bukan hanya tentang keberhasilan pribadi, tetapi juga keberanian untuk hadir dan memberikan jalan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Pendidikan dapat membuka pintu masa depan, kesehatan menjadi fondasi kehidupan, sementara keadilan dan akses terhadap bantuan hukum merupakan hak yang semestinya dapat dirasakan setiap lapisan masyarakat. Di sisi lain, keterampilan dan kesempatan kerja menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian serta martabat kehidupan.
Asim berharap seluruh rencana dan program Yayasan Babah Dames Indonesia yang telah dipersiapkan secara matang dapat segera terealisasi. Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, ia optimistis YBDI mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.
“Harapan kami sederhana, yayasan ini bisa segera berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena sebaik-baiknya perjalanan adalah ketika apa yang kita lakukan mampu memberikan kebaikan bagi orang lain,” pungkasnya.
Kehadiran Yayasan Babah Dames Indonesia membawa sebuah harapan baru, bahwa mimpi dan perjuangan yang diwariskan tidak harus berhenti ketika seseorang telah tiada. Nilai kebaikan dapat terus hidup, tumbuh, dan menjelma menjadi cahaya harapan bagi banyak orang.*
















