Parlemen Apresiasi Langkah Sigap Pemerintah Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

  • Bagikan
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo.

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Langkah sigap pemerintah evakuasi 68 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di atas kapal pesiar Diamond Princess, diapresiasi wakil rakyat.

“Kita sangat menghargai langkah cepat pemerintah,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, Sabtu (29/2).

Pemerintah Indonesia memang sudah memutuskan akan mengevakuasi para awak kapal berbendera Inggris tersebut ke Tanah Air, pada Minggu (1/3).

Lebih jauh Rahmad mengatakan, parlemen sangat mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan pemerintah mengevakuasi ke-68 WNI yang sempat terkatung-katung di atas kapal pesiar Diamond Princess tersebut.

Tak hanya itu, penghargaan juga disampaikan terhadap para pihak yang yang telah bekerja keras dan sukses mengevakuasi 188 warga negara Indonesia ( WNI), anak buah kapal (ABK) World Dream ke KRI dr Soeharso di Perairan Selat Durian, Kepulauan Riau, Rabu (26/2).

BACA JUGA :   Belasan Orang Terjaring Operasi Yustisi di Palembang, Sepasang Kekasih Diamankan dari Kamar Hotel

“Parlemen sangat mengapresiasi langkah nyata yang telah dan akan dilakukan pemerintah melindungi semua WNI dari ancaman virus corona. Evakuasi terhadap WNI awak kapal pesiar Diamond Princes serta keberhasilan evakuasi 188 warga negara Indonesia ( WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) World Dream beberapa hari lalu. Ini merupakan bukti bahwa negara hadir memberi perlindungan terhadap warganya. Ini yang penting,” kata Rahmad.

Mengutip keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Jumat (27/2), sebanyak 68 Warga Negara Indonesia ( WNI) di kapal pesiar Diamond Princess yang kini berada di perairan Yokohama, Jepang, akan dievakuasi ke Tanah Air pada hari Minggu (1/3) dengan menggunakan pesawat.

 

PRINSIP KEHATI-HATIAN

Menyoal proses evakuasi terhadap kru kapal Diamond Princess ini, menurut Rahmad Handoyo, yang harus dikedepankan adalah sisi keamananan, baik disaat penjemputan maupun setelah para awak kapal tersebut berada di Tanah Air.

BACA JUGA :   FAM Tangerang Mengecam Keras Tindak Represif Aparat Satpol PP Kota Tangerang

Dikatakan, prinsip kehati-hatian ini perlu dikedepankan mengingat interaksi para kru kapal Diamond Princess dengan virus corona, saat berada di kapal sangat dekat.

“Berbeda dengan WNI yang sebelumnya sempat dikarantina di Natuna, kemungkinannya, saudara-saudara kita yang bekerja di atas kapal sempat berinteraksi dengan penumpang kapal yang positif terpapar virus corona, sehingga potensi tertularnya juga tinggi. Karena itu prinsip kehati- hatian dan tingkat keamanan harus jadi prioritas utama. Baik terhadap petugas penjemput maupun petugas medisnya,”katanya.

Legislator asal Boyolali, Jawa Tengah ini mengakui, pemeritah dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah memiliki protokol kesehatan dan karantina sesuai standar WHO untuk mencegah terjadinya penularan. Hal ini sudah dibuktikan ketika menangani WNI yang dijemput dari China diobservasi di Natuna.

BACA JUGA :   Minim CSR Ketua DPRD Kabupaten Malang Ingin Tahu Peran Perusahaan Besar

“Menyangkut apakah kru kapal ini nantinya dikarantina atau tidak, kita serahkan kepada Kementerian Kesehatan. Pemerintah sudah memiliki standar baku untuk mencegah terjadinya penularan. Saya yakin Kementerian Kesehatan bisa menjalankan protokol karantina dengan benar,” katanya.

Menyikapi virus corona yang belakangan ini kian merebak dan telah menyasar berbagai penjuru dunia, Rahmad Handoyo mengimbau pemerintah dan juga warga Indonesia tetap meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan penyebaran virus Korona (COVID-19).

“Kita bersyukur sebab virus corona sampai saat ini belum ditemukan di Indonesia, tapi kita harus tetap waspada karena potensi kemunculan virus tersebut di Indonesia tetap ada,” katanya. (jay)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses