Diduga Minimnya Peralatan Perlindungan dan Kelelahan, Ratusan Staf Medis Terinfeksi Virus Corona

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, CHINA- Menjadi tenaga medis di tengah wabah virus corona memang beresiko tinggi. Seperti dilaporkan dari South China Morning Post, sebanyak 500 tenaga medis di Kota Wuhan positif terinfeksi virus corona.

Hal itu berakibat semakin berkurangnya tenaga dokter dan perawat di sejumlah rumah sakit. Sementara, staf medis yang terinfeksi virus mematikan itu harus diisolasi dan dirawat intensif.

Menghadapi hal tersebut, pemerintah China terus berupaya menyemangati para dokter dan seluruh staf rumah sakit yang tidak terinfeksi virus corona, karena kondisi ini tentunya memicu kekhawatiran di kalangan staf medis.

Namun, pemerintah China meminta agar mereka tidak mengungkap secara rinci jumlah tenaga medis rumah sakit yang terjangkit virus tersebut.

BACA JUGA :   Pemkab Tanjabtim Salurkan Bantuan Sembako Secara Door to Door kepada 132 KK di Desa Bangun Karya

Diduga karena kurangnya peralatan perlindungan dan jam kerja yang panjang menjadi faktor mudahnya penularan virus mematikan ini.

“Ini sebabnya kami sangat membutuhkan bantuan lebih banyak lagi terutama soal obat-obatan dan pakaian pelindung. Kami sudah terlalu banyak menyaksikan rekan-rekan kami jatuh sakit karena tidak mengenakan alat perlindungan yang memadai,” kata seorang dokter di Wuhan yang menolak ditulis namanya.

Diketahui, Wuhan adalah kota di Provinsi Hubei, China yang diduga menjadi awal mula penyebaran virus corona. 

Seorang dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) yang bekerja di Rumah Sakit Renmin, Yu Changping, mengaku positif terinfeksi cirus corona setelah mengalami demam pada 14 Januari lalu. Dia dan sejumlah rekannya dirawat intensif dan dikarantina tiga hari kemudian.

BACA JUGA :   Upaya Cegah Penyebaran Covid-19, Stasiun Semanan Disemprot Petugas Gabungan

Karena sibuk menangani pasien, dirinya mengaku tidak menyadari terjangkit virus tersebut. “Virus itu sangat mudah menyebar. Kami tidak punya pengetahuan yang memadai untuk memahami perilaku virus itu,” kata Yu.

Hingga saat ini, tercatat ada 3 tenaga medis di China yang meninggal akibat terinfeksi virus corona. Salah satunya adalah dr. Li Wenliang, seorang dokter yang pertama kali mengingatkan bahaya penyakit tersebut.

Menurut pakar epidemiologi dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Columbia, Ian Lipkin, walau memakai peralatan perlindungan lengkap, staf medis sangat mungkin tertular karena tanpa sengaja melakukan kontak dengan pasien, dan kondisi tubuh yang lelah karena jam kerja yang panjang juga membuat sistem imunitas tubuh menurun.

BACA JUGA :   Pesawat RI 1 Mendarat Perdana di Bandara Internasional Jawa Barat

“Alasan dokter dan perawat banyak terkena virus corona karena sehari-hari berkutat dengan pasien yang terinfeksi, bahkan dengan pakaian pelindung mereka tetap bisa terkena karena tidak sengaja melakukan kontak. Peluang para tenaga medis terkena virus itu dalam jumlah besar sangat memungkinkan karena kondisi tubuh mereka kelelahan,” kata pakar epidemiologi dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Columbia, Ian Lipkin.

Berdasarkan data resmi dari pemerintah China, tercatat korban meninggal akibat terinfeksi virus corona sampai hari ini, Rabu (12/2), mencapai 1,107 orang.

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses