Iran Berkabung Nasional 40 Hari Usai Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan AS–Israel

  • Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel, Sabtu (28/2). (REUTERS/Office of the Iranian Supreme Le)

JAKARTA- Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional setelah Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut disampaikan media semi-pemerintah Iran, Fars, pada Minggu (1/3).

Menurut laporan Fars yang dikutip Al Jazeera, otoritas Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari, disertai tujuh hari libur nasional. Kebijakan tersebut diambil menyusul tewasnya Khamenei dalam gempuran militer besar-besaran yang terjadi pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat.

Informasi serupa juga disampaikan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB. Dalam laporannya, IRIB menyebut Khamenei “telah syahid” dalam serangan tersebut, menandai berakhirnya kepemimpinan tokoh yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur sentral politik dan agama di Iran.

BACA JUGA :   Peringatan Satu Abad NU di Sukabumi Jadi Momentum Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Fars mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas saat berada di kantornya ketika tengah menjalankan tugas kenegaraan. Media tersebut menyebut serangan terjadi pada dini hari dan menargetkan kompleks kediaman serta fasilitas yang berkaitan langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengonfirmasi kematian Khamenei. Pernyataan senada juga disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengindikasikan bahwa Khamenei menjadi target utama dalam operasi militer gabungan tersebut.

Media Israel Channel 12, seperti dikutip The Times of Israel, melaporkan bahwa Israel, setelah berkoordinasi dengan Amerika Serikat, menjatuhkan sekitar 30 bom ke kompleks kediaman Khamenei dalam operasi yang berlangsung intensif dan terencana.

Ayatollah Ali Khamenei memimpin Iran sejak 1989 dan dikenal sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam sistem politik Republik Islam Iran, dengan kendali atas kebijakan strategis negara, militer, serta institusi keagamaan. Kematian Khamenei diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap stabilitas politik Iran dan dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.*

BACA JUGA :   Rajid Patiran Dikeroyok, LBH PB HMI dan PMKRI Minta Pengadilan Tegas Terhadap Putusan 
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses