JAKARTA — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Jami At-Taqwa, Jumat pagi. Ratusan jamaah dari berbagai lingkungan di wilayah Meruya Selatan memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Hari Raya Kurban.
Bertindak sebagai imam Shalat Idul Adha yakni H. Ma’Arif, sementara khutbah Idul Adha disampaikan Kepala KUA Kecamatan Kembangan, H. Abdul Rasyid Fahmi, S.Ag., M.Pd., C.LC., C.WS., C.SAI. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Ibadah Qurban Cermin Ketaqwaan dan Kecintaan Seorang Hamba.”
Khotib menyampaikan, Idul Adha tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga mengingatkan umat Islam terhadap makna besar ibadah haji. Pada tahun 2026, pemerintah Indonesia memberangkatkan sekitar 221 ribu jamaah haji ke Tanah Suci. Ia berharap seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur.
Mengutip pendapat Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim, Abdul Rasyid Fahmi menjelaskan bahwa haji mabrur adalah ibadah haji yang terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. Menurutnya, terdapat sejumlah ciri haji mabrur, di antaranya Thiibul Kalam atau berkata baik, Ith’amuth-Tha’am yakni gemar memberi makan kepada sesama, serta Ifsyaus Salam atau menyebarkan salam dan kedamaian di tengah masyarakat.
Selain membahas ibadah haji, khotib juga mengulas perjalanan sejarah syariat qurban yang terbagi dalam tiga fase penting. Pertama, pada masa Nabi Adam AS melalui kisah Qabil dan Habil, di mana qurban Habil diterima Allah SWT berupa seekor kibas. Kedua, pada masa Nabi Ibrahim AS bersama keluarganya sebagai simbol kepatuhan total kepada perintah Allah SWT. Ketiga, pada masa Nabi Muhammad SAW yang melanjutkan sekaligus meneguhkan syariat qurban sebagai bagian dari ajaran Islam.
Menurut khotib, hikmah qurban tidak sekadar terletak pada penyembelihan hewan, melainkan menjadi simbol ketundukan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Jami At-Taqwa berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Semangat kebersamaan serta nilai kepedulian sosial tampak kuat dalam perayaan hari raya kurban tahun ini.*
















