oleh

DPMD Banten Temukan 77 Anak Menderita Stunting di Kelurahan Pondok Pucung 

TANGERANG – Ditemukan sebanyak 77 penderita Stunting di Wilayah Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Hal itu diketahui saat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Peovinsi Banten melakukan pembinaan peningkatan kapasitas kelembagaan Posyandu untuk konvergesi Stunting di Aula Kelurahan Pondok Pucung, Rabu (27/10/2021).

Diketahui, Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya, Di Indonesia, kasus Stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan jangka waktu yang cukup lama.

Kepala DPMD Provinsi Banten Enong Suhaeti menegaskan, bahwa ada sebanyak 77 anak di wilayah Kelurahan Pondok Pucung yang menderita Stunting.

“Stunting itu seperti tinggi badan pendek atau cebol. Tapi tadi kata Pak Lurahnya di RW 06 sudah menurun. Katanya juga yang banyak di Komplek bukan di Kampung,” jelas Enong usai acara pembunaan.

Ia menambahkan, penangannya harus terintegrasi dan berkoordinasi dengan lembaga kemasyarakatan seperti RT RW, Kader Posyandu, Karang Taruna dan LPM.

“Harus ada kolaborasi antar lembag kemasyarakatan, seperti RT RW, organisasi kelurahannya dan yang paling penting adalah peran keluarga,” ungkapnya.

Semetara Lurah Pondok Pucung Yoyo menjelaskan, sebanyak 77 anak di wilayahnya itu data pada tahun 2019, bukan data terbaru seperti saat ini.

“Itu data tahun 2019, saat ini hanya tinggal 15 anak dan adanya di RW 06 itu komplek bukan kampung, kan aneh jadinya, komplek kan konotasinya warga mampu,” ujarnya.

Bahkan kata dia, pihaknya juga telah memanggil Ketua RW untuk melakukan pendataan ulang agar tidak ada kekeliruan data.

“Sudah saya panggil Ketua RW nya, biar nanti dia melakukan pendataan agar datanya benar dengan cara penimbangan ulang dan pengecekan kesehatannya di Posyandu di wilayah tersebut,” tegasnya.

Dengan begitu, dirinya berharap di wilayahnya tidak ada lagi penderita Stunting dan warganya dapat terbeas dari wabah apapun.

“Semoga sisanya dapat sembuh dari Stunting dan tidak ada lagi yang terjangkit apapun, apa lagi Covid-19,” pungkas Yoyo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed