Busana Budaya Pada Pemilihan Putri Pariwisata Nias Barat 2019 Menjadi Ajang Sorotan 

 

DimensiNews.co.id KEPULAUAN NIAS – Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian , bangunan, dan karya seni.

Seperti halnya, adat istiadat dan busana budaya di Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara yang saat ini terus dipertahankan dan dikembangkan hingga di tingkat nasional dan bahkan ketingkat internasional.

Namun baru-baru ini, berbeda yang terjadi pada kegiatan grand vinal pemilihan putri pariwisata Kabupaten Nias Barat 2019 yang dilaksanakan di Pantai Sirombu Nias Barat pada Minggu ( 26/05/2019). Hal ini menjadi sorotan dikalangan masyarakat.

Pasalnya, busana yang ditampilkan oleh peserta calon putri pariwisata Kabupaten Nias Barat telah berbeda dengan busana asli budaya Nias yang diduga menyerupai pakaian budaya Barat yang hanya menutupi dada dan berpakaian Rok tak menyerupai busana asli Nias.

Sebelumnya, dalam arahan dan bimbingan Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd. pada acara pembukaan Grand Vinal Pemilihan Putri Pariwisata 2019, menjelaskan bahwa kegiatan pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Nias Barat adalah upaya dalam membangun Nias Barat. Pembangunan; bukan hanya melulu pembangunan fisik tetapi pembangunan non fisik juga penting untuk dilakukan dan momentum pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Nias Barat

” Hari ini adalah pembangunan kepribadian para putri-putri kebanggaan kita melalui penyaluran bakat dan potensi diri,” ungkap Bupati.

Lanjutnya, ajang pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Nias Barat juga merupakan bagian dari promosi potensi wisata kita untuk kita jual kepada seluruh lapisan masyarakat dan penjuru dunia sebagai sarana peningkatan perekonomian masyarakat.

Kepada peserta pemilihan Putri pariwisata, bahwa ajang ini bukan sekedar penilaian kecantikan semata tetapi bagaimana penilaian  akademisnya, wawasannya dan penguasaan sektor kepariwisataan yang nantinya akan menjadi duta Kabupaten Nias Barat pada ajang pemilihan Putri Pariwisata Kepulauan Nias pada event YNF bulan September 2019.

Tahun lalu, Kabupaten Nias Barat telah ikut dalam event Yaahowu Nias Festival (YNF) 2018 dan Nias Barat banyak mendapat penghargaan sebagai JUARA dan hal itu patut kita banggakan, pertahankankan dan tingkatkan. Potensi yang kita miliki hari ini tidak kalah baiknya dan tidak kalah menariknya dengan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, mari kita membangun Nias Barat ini melalui potensi yang kita miliki.

Hal ini lain yang terjadi pada pernyataan Bupati Nias Barat di atas, penampilan dari putri pariwisatan Nias Barat berbeda dengan harapan masyarakat Pulau Nias yang menampilkan busana pakaian yang jauh berbeda dengan busana pakaian adat asli Nias.

Maka dengan itu diminta kepada  Bupati Nias Barat untuk mempertanyakan kepada Kadis Pariwisata dan Panitia Pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Nias Barat untuk menjelaskan busana yang telah digunakan oleh peserta calon putri pariwisata nias barat yang diduga lain dari busana adat Nias.

 

 

 

 

Laporan Reporter : Deserman Lase

Editor.                     : Red DN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Bezyar NdrloyMay 28, 2019 at 7:00 amReply

    Pulau nias adalah pulau yang tercinta pulau yang punya karir dan yang punya wisatawan berbagai tempat dan juga tempat orang asin yang melihat keanehan dan keunikan yang ada dipulau nias. Dan salah satu yang membanggakan orang yang berkediaman dipulau tersebut adalah moral dan prinsip, dengan adanya cara karakter2 yang berperilaku sopan santunya. Namun kali ini dengan melihat dan tersebar nya dimedia sosial pemilihan putri wisatawan ditahun 2019 yang terlaksana kan di Nias barat. Membuat pulau nias yg tercinta menjadi malu dan khususnya kepada kaum wanita yang ada dipulau tercinta dimana sampai sekarang menjadi sorotan orang-orang luar.
    Waduhhhhh
    Bahayanya manusia kediamannya dipulau tercinta tersebut.
    Maka untuk itu Perlu di soalisasikan kedepan masalah ini. Agar kedepannya jgn terulang kembali
    Kita harus menjaga moral dan ketertiban yang ada di daerah. Dan menjaga moral generasi putra dan putri nias.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial