Jelang HBKN, GPM Serentak Nasional 2026 Digelar

  • Bagikan
Gerakan pangan murah (GPM) serentak nasional 2026 di Gresik.

Jakarta – Pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional 2026 sebagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Berdasarkan banner resmi kegiatan, GPM dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, secara serentak di 1.218 lokasi di seluruh Indonesia. Rinciannya meliputi 10 lokasi pusat, 117 lokasi di 38 provinsi, 881 lokasi di 497 kabupaten/kota, serta 210 lokasi pada 26 Kanwil dan 79 Kantor Cabang Perum Bulog.

Program ini diselenggarakan oleh Badan Pangan Nasional dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga, termasuk Perum Bulog serta holding pangan ID Food.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah komoditas dijual dengan harga terjangkau, di antaranya Beras SPHP: Rp11.000 per kilogram, Gula pasir: Rp16.000 per kilogram, Minyakita: Rp15.000 per liter, Bawang merah: Rp15.000 per 500 gram, Telur ayam ras: Rp24.000 per pack.

BACA JUGA :   Komisi 1 DPRD Kota Ternate Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Hasil Kunjungan Ke Manado

Selain itu, tersedia pula daging ayam, daging sapi, produk frozen food, hingga berbagai olahan UMKM yang turut meramaikan kegiatan pasar murah tersebut.

Dalam sambungan virtual, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan bahkan meningkat signifikan menjelang Ramadhan.

“Beras kita sekarang sekitar 3,4 juta ton. Biasanya hanya satu sampai satu setengah juta ton. Artinya stok dua kali lipat. Tidak ada alasan harga naik,” tegasnya secara daring.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pelaku usaha yang memainkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau ada yang jual di atas HET, cari produsennya. Jangan ganggu pedagang kecil. Kejar sumbernya. Kalau perlu, cabut izinnya,” ujarnya.

BACA JUGA :   Puluhan Rumah Warga Bawolato Terendam Banjir Hingga 170 cm

Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional 2026, pemerintah berharap stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, serta masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses