oleh

Camat Porsea Sebut Kades Parparean Dipanggil Krimsus Polda

DimensiNews.co.id, TOBA- Camat Porsea Kabupaten Toba, Robert Manurung belum lama ini membeberkan bahwa salah satu kepala desa di wilayah yang dipimpinnya dipanggil oleh Subdit III Krimsus Poldasu.

Pemanggilan yang ditujukan kepada Kepala Desa Parparean I ini menurutnya berkaitan dengan pengajuan permohonan dan permintaan sedimen pasir dari pihak swasta yakni PT. Perum Jasa Tirta selaku pelaksana kegiatan yang ditunjuk PT. Inalum dalam melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Asahan.

“Saya tau Kepala Desa Parparean I dipanggil Krimsus, tetapi saya yakin Kepala Desa tidak akan hadiri pemanggilan” ujar Camat Kepada wartawan dan aktivis LSM Merah Putih usai menghadiri Paripurna di DPRD Kabupaten Toba, Selasa (27/7/2020) pekan lalu.

“Kita sebagai Camat Porsea tentu mengetahui permohonan Kepala Desa Parparean I, sebab permohonan itu atas sepengetahuan saya selaku Camat Porsea, dimana permohonan sedimen pasir adalah untuk membuka jalan lingkar dan menyambung pantai pasir putih. Untuk pantai pasir putih akan disambung kembali, lantaran pasirnya sudah habis, dan menunggu pengerukan kembali oleh pihak Perum Jasa Tirta (PJT),” tambahnya.

Saat ditanya berapa besaran atau banyaknya sedimen pasir yang diminta oleh Kepala Desa Parparean I, Robert Manurung mengaku tak tahu.

“Saya tidak mengetahui persis besaran dan banyaknya pasir yang diminta oleh Kepala Desa Parparean melalui surat permohonan,” katanya.

Kepala Desa Parparean I, Saut Napitupulu yang kemudian dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa dirinya yang mengusulkan permohonan sadimen pasir kepada pihak PT. Perum Jasa Tirta, sesuai dukungan masyarakat Desa Parparean untuk pembenahan lokasi wisata di Pantai Pasir putih di Desa tersebut.

Diungkapkannya bahwa banyaknya pasir yang dibutuhkan sebanyak 6000 kubik, namun yang sampai di lokasi masih 850 kubik dan mendadak dihentikan oleh pihak Perum Jasa Tirta. Yang mengejutkannya lagi, permohonan sadimen pasir tersebut didukung oleh rekomendasi bupati. Akan tetapi ditengah jalan, justru dihentikan.

Bupati Kabupaten Toba, Ir Darwin Siagian yang disambangi oleh awak media dan sejumlah aktivis mengakui bahwa dirinya merekomendasi permohonan Kepala desa dan masyarakat Parparean I atas permintaan sadimen pasir dalam mendukung pembenahan lokasi wisata pasir putih.

Namun anehnya, tanpa memberikan alasan, Mantan Kadis PU provinsi Papua itu malah menyatakan bahwa dirinya telah meminta kepada pihak PT. Perum Jasa Tirta untuk menghentikan aktifitas dimaksud.

“Saya yang merekomendasi permohonan Kepala Desa Parparean atas permintaan sedimen pasir dari PJT, dan saya juga yang memerintahkan agar dihentikan oleh pihak PJT,” tukas Darwin singkat.

Secara terpisah, Koordinator daerah (Korda) lsm Pijar Keadilan Sumatera Utara, Freddy Hutasoit yang dimintai tanggapannya, Jumat (31/7/2020 di Siborong – borong) mengatakan, bahwa berdasarkan pengamatan dan info yang diperoleh, dirinya menduga adanya unsur penyalahgunaan wewenang, dimana pemanfaatan sadimen pasir dari hasil pengerukan dan normalisasi Sungai Asahan tidak pada porsi yang benar.

Sebab rekomendasi dan permohonan yang diajukan justru untuk kepentingan oknum tertentu. Mengingat sadimen pasir yang diajukan Kades dan masyarakat kabarnya digunakan untuk pembenahan lahan milik seseorang yang diduga menjabat sebagai menteri di kabinet kerja.

(Firman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed