DimensiNews.co.id, SAROLANGUN- Pemkab Sarolangun hingga kini terus melakukan upaya menekan peredaran narkoba di wilayahnya hingga ke sistem pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya rencana penambahan mata pelajaran muatan lokal (Mulok) terkait pengetahuan tentang bahaya narkoba.
Pelajaran Mulok ini sendiri nantinya akan menyasar para siswa-siswi SD dan SMP di Kabupaten Sarolangun.
Pelajaran tentang narkoba ini diadakan agar para siswa mengetahui bahaya dan efek samping dari obat-obatan terlarang itu jika disalahgunakan.
Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi mengatakan, rencana penambahan mata pelajaran Mulok masih dalam proses.
Ia menerangkan, pelajaran Mulok terdapat tiga aspek. Pertama, masalah peningkatan dan mengakrabkan siswa pada nilai-nilai sosial budaya dan lingkungan. Kedua, mengembangkan keterampilan fungsional yang dapat menunjang kehidupan. Ketiga, menumbuhkan kepedulian siswa terhadap masalah-masalah lingkungan.
Katanya, jika untuk masalah narkoba bisa saja dimasukan pada aspek yang berkaitan seperti lingkungan.
“Masalah narkoba bisa mengambil aspek dari lingkungan,” ujarnya, Jumat (26/6).
Hingga saat ini progres terkait pelajatan Mulok tentang narkoba ini masih dikoordinasikan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi untuk penyesuaian semua materi yang akan dibahas.
“Sudah koordinasi dengan BNN dan ini sebagai petunjuk Bupati dan kemarin sudah komunikasi dalam penyesuaian materi. Jadi kami saat ini menindaklanjuti dan sudah membentuk tim khusus untuk membahas kurikulum,” katanya.
Meski begitu, Mulok pelajaran narkoba ini masih dalam pengkajian, yang mana mata pelajaran ini setelah menjadi kurikulum apakah bisa berdiri sendiri sebagai mata pelajaran atau digabungkan dengan mata pelajaran lain yang terkait narkoba, seperti lingkungan dan budaya.
“Ini sedang dikaji, jika ini menjadi permanen tentu ada sesuatu yang harus diintegrasikan. Pelajaran berdiri sendiri atau kita gabungkan dengan yang lain,” ujarnya.
“Rencana ini masih dalam proses dan penyususunan tim dan baru menyusun bahan ajar,” katanya. (Sanu)
















