Pendidikan Karakter di Purwakarta Selaras Program Nasional, Sekolah Bentuk Siswa Cerdas dan Berakhlak

  • Bagikan

PURWAKARTA — Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat implementasi pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Program “Pendidikan Lima Bunga Karakter” yang telah lebih dulu diterapkan kini dinilai selaras dengan program nasional “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Kebijakan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri serta berakhlak mulia. Seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta disebut telah menjalankan program tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.

Implementasi nyata terlihat di SDN 2 Cilandak, Kecamatan Cibatu. Sekolah ini mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap proses pembelajaran, yang berdampak pada perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif.

BACA JUGA :   Team Bungo Borong Piala Di Kejuaraan Walikota Drag Race 201 M Lubuk Linggau

Para siswa tidak hanya menunjukkan sikap baik di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat. Nilai-nilai seperti empati sosial, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan mulai terbentuk secara nyata dalam keseharian mereka.

Program Pendidikan Lima Bunga Karakter sendiri mencakup berbagai aspek pembinaan, di antaranya Tujuh Poe Atikan, Sekolah Ramah Anak, pendidikan antikorupsi, pendidikan keagamaan, hingga program Tatanen di Bale Atikan.

Dalam pelaksanaannya, setiap hari memiliki tema pembinaan tersendiri. Hari Senin diisi dengan Ajeg Nusantara melalui upacara bendera, Selasa Mapag Buana dengan pembelajaran teknologi informasi, serta Rabu Maneuh di Sunda yang menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Sementara itu, Kamis Nyanding Wawangian difokuskan pada pembentukan empati sosial melalui kegiatan berbagi. Para siswa membawa beras untuk dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA :   Momen HAN, Dr. Nurdin Serap 15 Aspirasi Anak-anak Kota Tangerang

Pada hari Jumat, kegiatan Nyucikeun Diri diisi dengan pembinaan spiritual seperti kultum, yasinan, hingga salat Dhuha berjamaah. Adapun Sabtu dan Minggu diarahkan pada pembinaan di lingkungan keluarga melalui kegiatan Betah di Imah.

Konsep tersebut dinilai sejalan dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar membaca, bersosialisasi, dan tidur tepat waktu.

Kepala SDN 2 Cilandak, Raesih S.Pd, mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan sekolah adalah “Ngabring ka Sakola”, yakni kegiatan berjalan kaki bersama menuju sekolah.

“Program ini tidak hanya sekadar aktivitas menuju sekolah, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kemandirian, kebersamaan, serta pola hidup sehat bagi peserta didik,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

BACA JUGA :   Berdiri Sejak 1927, Ponpes Al Jauharen Gencar Tingkatkan Kualitas

Ia menambahkan, suasana sekolah setiap pagi dibangun dengan pendekatan humanis. Para guru menyambut siswa di gerbang dengan senyum dan sapaan hangat sebagai bentuk perhatian dan kedekatan emosional.

Menurutnya, keberhasilan program tidak terlepas dari sinergi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua. Seluruh kegiatan pembelajaran dijalankan sesuai arahan Dinas Pendidikan dan mendapat dukungan penuh dari wali murid.

“Alhamdulillah, semua program berjalan dengan baik dan manfaatnya sudah mulai dirasakan. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” pungkasnya.*(AsBud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses