PURWAKARTA — resmi ditetapkan sebagai salah satu pelaksana Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) di Jawa Barat. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui proses verifikasi menyeluruh terhadap capaian prestasi akademik sekolah serta tingkat serapan lulusan yang diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama.
Program Sekolah Maung merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat kualitas pendidikan dan mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Landasan hukum pelaksanaan program tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, serta sejumlah regulasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 421/Kep.210-Disdik/2026 tentang Sekolah Manusia Unggul dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 2727/HK.02.03/SEKRE terkait petunjuk pelaksanaan SPMB Sekolah Maung Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil, S.Pd., M.Pd., mengatakan penetapan sekolah yang dipimpinnya sebagai pelaksana Program Sekolah Maung menjadi bukti bahwa SMAN 1 Purwakarta masih menjadi salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Purwakarta, khususnya dalam bidang akademik.
“Penetapan SMAN 1 Purwakarta sebagai pelaksana Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) menjadi bukti bahwa sekolah ini masih menjadi salah satu sekolah terbaik dalam prestasi akademik di Kabupaten Purwakarta,” ujar Sidik kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Program Sekolah Maung akan menerapkan komposisi jalur seleksi sebesar 80 persen berdasarkan prestasi akademik dan 20 persen melalui jalur nonakademik.
Selain itu, setiap ruang kelas hanya akan diisi sebanyak 32 siswa guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas.
“Dengan sistem tersebut, sekolah akan menghadirkan peserta didik yang benar-benar memiliki kualitas unggul, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan karakter,” katanya.
Sidik menambahkan, status sebagai Sekolah Maung juga membawa konsekuensi dan tanggung jawab besar bagi manajemen sekolah. Salah satunya adalah meningkatkan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh dan terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
“Program Sekolah Maung yang ditetapkan di SMAN 1 Purwakarta diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.*(AsBud)
















