Pindang Patin Terminal Kalideres, Murah Meriah Sedap

  • Bagikan

DimensiNews.co.id JAKARTA – Tidak ada jalan instan untuk sukses berusaha. Hal inilah yang dijalankan oleh Meri (51), perempuan asli Palembang, Sumatera Selatan yang mengadu nasib di Jakarta.

Berbekal kemampuannya memasak, ia memberanikan diri untuk berjualan makanan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat mulai 2009. Karena tidak memiliki tempat, berdagang dengan cara asongan. Ia menjajakan kepada sopir, pegawai perusahaan bus dan juga penumpang di Terminal Kalideres.

“Awalnya saya asongan, masak di rumah bawa-bawa ke sini. Ya konsumennya sopir, pegawai loket tiket sama penumpang,” ujarnya.

Menu andalan dari Meri makanan khas Palembang, pindang ikan patin. Rasa yang otentik, membuat konsumennya senang.

“Banyak yang pesan pindang patin. Lalu dari pihak terminal dapat tempat, awalnya di belakang,” ucapnya.

BACA JUGA :   Inilah 4 Hotel dan Penginapan Bawah Tanah Paling Spektakuler di Dunia

Adanya revitalisasi Terminal Kalideres, Meri pun akhirnya mendapatkan kios dengan ukuran lebih besar dan posisi strategis.

“Alhamdulillah sekarang dapat di sini. Sehari delapan kilogram ikan patin rata-rata,” tuturnya.

Harga yang ditawarkan oleh Meri untuk pindang ikan patin cukup terjangkau. Untuk satu porsi yang berupa pindang, nasi, lalapan dan sambal hanya dihargai Rp 15 ribu.

“Selain pindang ikan patin, ada juga pindang tulang dan pindang ayam. Ya tergantung situasi,” tandasnya.(DN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.