DimensiNews.co.id, Jakarta – Hobi airsoft gun, William Prabowo (24) kini menjadi importir untuk barang-barang tactical produksi dari negeri Tirai Bambu, China. Berbagai produk dengan kualitas tinggi dapat disediakan oleh Jaya Supply, nama usahanya.
“Dari dulu saya suka main airsoft gun, jadi hobi. Dari 2017 sebenarnya sudah mulai jualan, tapi saya ambil dari importir di Indonesia,” ujarnya.
Saat itu, William pun masih dalam studinya. Sambil menyelesaikan kuliah, ia pun belajar banyak tentang impor barang-barang tactical ini.
“Selesai studi, saya memutuskan untuk impor sendiri. Mulai masuk Juli 2019, dan Agustus awal sudah mulai distribusinya,” kata William.
Beberapa barang yang diimpor oleh William yaitu jenis ransel, gloves, kacamata, sling, rompi dan juga aksesoris lainnya.

“Kualitas bahan yang kita gunakan itu standar militer, lebih kuat juga dibandingkan barang produksi lokal. Tentu dari segi desain bentuk dan corak jelas lebih bagus dari produk lokal,” ungkapnya.
Untuk pasarnya sendiri, selain komunitas, William menjualnya kepada pengecer secara grosir. Sehingga harga yang ditawarkan pun lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Banyak customer itu memiliki toko. Mereka beli secara grosir kepada saya, jadi kalau yang satuan biasanya beli ke toko-toko pelanggan saya,” tuturnya.

William mencontohkan, untuk kacamata ESS Crossbow harga di pasaran antara Rp 110-130 ribu. Namun jika beli grosiran di Jaya Supply bisa mendapatkan harga di kisaran Rp 80 ribuan.
“Kalau beli dalam jumlah lebih banyak, bisa saya kasih Rp 78 ribu. Karena yang spesialis dari saya itu kacamata, sling dan sarung tangan. Itu saya punya kualitas lebih bagus dan harga pasti jauh murah,” jelasnya.

Untuk persaingan dengan barang lokal, William pun optimis telah memiliki pasar sendiri. Meskipun diakui sulit untuk menyaingi harga dari produk lokal, namun secara kualitas produk impornya jauh di atas produk lokal.
“Lokal itu menang cepat, karena dari produksi bisa langsung didistribusikan ke customer. Tapi kalau kualitas sih jauh dengan yang impor,” tegasnya.
Sebagai importir barang-barang tactical, William tidak membuka store sendiri. Biasanya customer yang memiliki toko langsung menghubunginya untuk memesan barang. “Tapi saya ada jual online di Tokopedia, tapi harganya sesuai pasar,” tandasnya.

(Dar)
















