Imbas Risiko Cemaran Toksin, BPOM Setop Peredaran Susu Formula Bayi Nestlé

  • Bagikan
BPOM menyebutkan produk S-26 Promil Gold pHPro1 sebagai produk Nestle yang terdampak penarikan. (Ilustrasi: iStockphoto)

JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk susu formula bayi tertentu ke Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas peringatan keamanan pangan global terkait potensi cemaran toksin pada produk formula bayi produksi Nestlé.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, kebijakan tersebut menyusul notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) serta The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN). Kedua lembaga itu mengeluarkan peringatan internasional terkait penarikan produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA, Pabrik Konolfingen, Swiss, di sejumlah negara.

“Penarikan ini disebabkan adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku tertentu, yakni arachidonic acid (ARA) oil, yang digunakan dalam proses produksi,” ujar Taruna dalam keterangan resmi, Rabu (14/1).

BACA JUGA :   Dampingi Dua Menteri Benyamin Davnie Resmikan Wajah Baru Stasiun Pondok Ranji

Berdasarkan penelusuran BPOM, terdapat dua bets produk formula bayi yang masuk ke Indonesia dan termasuk dalam kategori terdampak. Namun demikian, hasil pengujian laboratorium terhadap sampel dari kedua bets tersebut menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi.

“Hasil uji menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi dengan batas kuantifikasi kurang dari 0,20 mikrogram per kilogram,” kata Taruna.

Produk yang dimaksud adalah S-26 Promil Gold pHPro 1, susu formula bayi untuk usia 0–6 bulan, dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1.

Meski hasil pengujian dinyatakan aman, BPOM menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian demi perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bayi sebagai kelompok konsumen yang rentan. Hingga saat ini, BPOM juga memastikan belum menerima laporan kejadian sakit di Indonesia yang terkonfirmasi terkait konsumsi produk tersebut.

BACA JUGA :   Kebut Pekerjaan Fisik TMMD 110 Bojonegoro, Satgas Pasang Batu Untuk Pemadatan Jalan

Sebagai tindak lanjut, PT Nestlé Indonesia telah menarik secara sukarela seluruh produk formula bayi dengan nomor bets terdampak dari peredaran, di bawah pengawasan langsung BPOM.

Taruna menjelaskan, toksin cereulide merupakan toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas sehingga tidak dapat dimusnahkan melalui proses penyeduhan air panas atau pemasakan biasa.

“Paparan toksin cereulide dapat menimbulkan gejala dengan onset cepat, umumnya antara 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, seperti muntah hebat atau berulang, diare, serta kelesuan yang tidak biasa,” jelasnya.

BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghentikan penggunaan produk tersebut. Konsumen diminta mengembalikan produk ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.

BACA JUGA :   Akte Hibah Sudah Diserahkan Pemkab Tangerang, Mapolsek Baru Sepatan Segera Terwujud

Di sisi lain, BPOM menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets di luar yang disebutkan.

Taruna juga memastikan BPOM akan terus melakukan pengawasan ketat, baik sebelum maupun setelah produk beredar di pasaran, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas pengawas pangan internasional guna memastikan seluruh produk pangan yang beredar di Indonesia memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

Secara global, Nestlé Internasional diketahui telah menarik produk susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN di 49 negara yang tersebar di kawasan Eropa, Amerika, Asia, Oseania, dan Afrika sebagai bagian dari langkah pencegahan keamanan pangan.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses