Pemkab Sukabumi Salurkan 4,1 Ton Beras Cadangan Pangan untuk Warga Terdampak Bencana Pasir Suren

  • Bagikan

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyalurkan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada masyarakat terdampak bencana pergerakan atau pergeseran tanah di Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu. Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa, 14 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya tanggap darurat bencana.

Bantuan beras CPPD tersebut disalurkan kepada 368 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.393 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana. Total beras yang diberikan mencapai 4.179 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat selama masa darurat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B., MARS., mengatakan penyaluran cadangan pangan ini merupakan bentuk kehadiran dan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan serta akses pangan bagi warga, khususnya di tengah situasi darurat akibat bencana alam.

BACA JUGA :   Satgas TMMD 110 Bojonegoro Semprot RumputGuna Peningkatan Produksi Pertanian

“Penyaluran beras CPPD ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi selama proses pemulihan pascabencana,” ujar Gatot.

Pelaksanaan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya guna memastikan bantuan diterima tepat sasaran, tertib, dan akuntabel. Sejumlah unsur pemerintahan setempat, termasuk Camat Palabuhanratu dan Kepala Desa Pasir Suren, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

DKP Kabupaten Sukabumi menyatakan akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan bersama perangkat daerah terkait untuk mendukung penanganan dampak bencana secara berkelanjutan, sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di wilayah terdampak.*(Asep)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses