DimensiNews.co.id, BANTAENG– Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng (Dinkes) mengungkap hasil penyelidikan epidemiologi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Penyakit hepatitis saat ini tengah melanda Bantaeng dengan jumlah terduga Hepatitis A sebanyak 65 pasien.
Dari 65 pasien tersebut terdapat 34 pasien yang masih duduk di bangku sekolah SD hingga SMA/Sederajat, 18 Sekolah dari berbagai tingkatan.
Dinas Kesehatan Bantaeng mencatat untuk kasus Hepatitis Klinis yang dirawat di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makatutu, Bantaeng, Klinik dan Puskesmas yang terjadi di Kabupaten Bantaeng adalah Suspek/Terduga Hepatitis A karena kasus Hepatitis A sering timbul secara sporadis dan mengakibatkan ledakan kasus/peningkatan kasus secara signifikan.
Diduga terjadi akibat berasal dari makanan/minuman yang terindikasi tercemar Virus Hepatitis A yang bahan bakunya tercemar sepanjang Bulan Desember Tahun 2019.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantaeng yang disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng dr. Andi Ihsan mengatakan bahwa sumber penularannya diduga kuat adalah para pengusaha makanan mobile atau yang berpindah-pindah.
“Dugaan penyebaran virus ini sifatnya Common Source artinya kasus-kasus terjadi karena paparan terhadap sumber yang sama dan umum atau peningkatan penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya sejumlah orang dalam suatu kelompok secara menyeluruh dan terjadinya dalam waktu relatif singkat,” ujar dr. Andi Ihsan saat konferensi pers update hepatitis A di Ruangan Pertemuan Dinas Kesehatan, Jalan Andi Manapiang, Bantaeng, Jumat (31/1/2020).
Dia juga menjelaskan, pihaknya sudah menerjunkan tim melakukan upaya antisipasi peningkatan kasus tersebut dan melaksanakan kegiatan penyelidikan epidemiologi dalam upaya penemuan sumber penularan dan memutus mata rantai penularan virus Hepatitis A.
Menurutnya Bupati Bantaeng telah mengeluarkan surat imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit berbasis lingkungan dan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Kepala Puskesmas dan Camat, Kepala Desa/Lurah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hepatitis di masyarakat.* (mudahri)
















