TAPSEL SUMUT – Selain Wang Jian (52) korban meninggal dunia Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China pada pekerjaan proyek pembangunan PLTA Simarboru di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Minggu (21/8/2022) kemarin, sayangnya pihak PLTA Batang Toruterkesan tertutup atas peristiwa diduga Kecelakaan kerja, dari hasil investigasi tim Wartawan terdapat 2 Korban lain, Yaitu Ahmad Somed (49) dan Elfiadi Napitupulu.
Randika (25) salah satu keluarga korban warga Dusun Mombang Boru, Desa Gunung Binanga, Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan ketika dijumpai awak media dirumah pamannya Bolas (35) warga yang sama , Senin (22/8/2022) sekitar pukul 17:00 WIB, mengatakan bahwa ayahnya Ahmad Somed (49) yang merupakan pekerja pada proyek pembangunan PLTA Simarboru juga menjadi korban luka saat bekerja tepatnya di terowongan VI sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (21/8/2022) pagi.
Lanjutnya pihak keluarga pertama kali mengetahui kejadian ini setelah diberitahu oleh pihak perusahaan pada hari itu juga Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 05.00 WIB usai Sholat Shubuh dan tiba dirumah sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung dibawa kesalah satu dukun patah Desa Garoga, Batang Toru , Tapsel didampingi tim medis perusahaan.
“Kita dapat informasi sekitara Shubuh melalui telepon, setengah jam kemudian mereka datang membawa ayah untuk dibawa berobat ke dukun Patah, sebelum akhirnya di rujuk ke rumah sakit Sidimpuan”, ungkap Randika.
Sekitar Pukul 07.00 WIB pada hari yang sama korban dibawa kesalah satu rumah sakit swasta di kota Padangsidimpuan dan sekitar pukul 09.00 WIB tiba di rumah sakit tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit kami diberitahu bahwa korban mengalamai luka patah rusuk sebelah kanan.
Pada hari itu juga pihak rumah sakit menyarankan agar korban dirujuk kesalah satu rumah sakit di Medan, Sumut sekitar pukul 13.00 WIB korban langsung dirujuk (diberangkatkan) ke salah satu rumah sakit di Medan dengan menggunakan mobil ambulance rumah sakit swasta di Padangsidimpuan.
“Dimana pagi tadi Senin (22/8/2022) ayah tiba disalah satu rumah sakit di kota Medan dan sudah ditangani oleh dokter, pastinya saat ini masih dalam penanganan oleh pihak rumah sakit”. Terang Randika
Dari keterangan yang disampaikan ayah (korban) dimana saat saat itu korban sedang bekerja di dalam terowongan VI dengan menggunakan tangga khusus (tiang peranca) pada Minggu dini hari, tiba-tiba dinding pada terowongan sehingga spontan kedua pekerja bangunan atau korban meloncat dari peranca dengan ketinggian lebih kurang delapan Meter.
“Dimana ayah kami ini sendiri sudah bekerja pada perusahaan proyek PT PLTA ini sekitar lebih kurang Tiga (3) tahun”. Jelas Randika
Sementara itu Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni ketika dihubungi melalui sambungan telepon Senin (22/8/2022) membenarkan hal kejadian diterowongan VI itu.
“Yang pasti tetap akan kita lakukan lidik, dimana kedua kejadian ini sebelumnya ditangani oleh Polsek , mengingat keduanya berada didua lokasi berbeda Kecamatan Sipirok dan Batangroru sehingga keduanya kita tarik ke Polres untuk dilakukan lidik untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau tidak, namun kita akan tetap berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tapsel terkait Insiden tersebut, “singkatnya.
Hingga berita ini dimuat, dimana pihak perusahaan sendiri ketika dihubungi awak media melalui sambungan telepon seluler untuk diminta keterangan belum merespon maupun memberikan keterangan terkait Insiden Terowongan PLTA Batang Toru.(Aml)
NB: Keterangan Photo
Korban Ahmad Somed Dirawat Disalah Satu Rumah Sakit Medan, Sumber Istimewa
















