oleh

Kiyai Gadungan, Pelaku Gendam Asal Pasuruan Ditangkap Polres Batu

DimensiNews.co.id, BATU-Naas, salah seorang perangkat desa di daerah Kabupaten Pasuruan yang menjadi seorang kiyai gadungan aksi gendamya harus berakhir di jeruji besi.

Sementara, dalam melakukan aksinya tersebut dilakukan bersama kedua temannya yang bertugas mengamati barang korban dan satu lainnya sebagai sopir.

Dikatakan Kapolres Batu, AKBP Harviandhi Agung Prathama, bahwa ketiga pelaku tersebut diantaranya MA (50th) dan DM (49th) yang berperan sebagai kiyai warga Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, serta MS asal Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

“Penipuan dengan modus gendam itu dilakukan tersangka pada 7 Juli 2020 sekitar pukul 06.00 WIB pagi,” ujar Kapolres, Senin (13/7/2020), saat konferensi pers di halaman Mapolres Batu.

Sementara, lanjut dia, yang menjadi korban adalah seorang perempuan lanjut usia berinisial ‘D’ warga Kota Batu.

“Jadi, tempat kejadian perkara (TKP) di depan toko kardus derah Kelurahan Sisir. Dan, korban mengalami kejadian setelah selesai belanja menuju perjalanan pulang,” jelas dia.

“Lalu, didekati mobil Ertiga warna coklat yang dikendarai tiga orang tersangka. Saat mendekati, salah satunya berperan sebagai kiyai atau gus dari Pasuruan dengan mengenakan jubah putih dan songkok, sarung. Lalu, dua orang lainnya salah satunya turun. Pada saat mendatangi korban dan menyapa salah satu turun perannya mengamati korban melihat korban yang menemgenakan apa yang bisa diambil,” tambahnya.

Dijelaskannya kembali, modus yang dilakukan yaitu melepas barang yang dikenakan dengan alasan sudah kena keringat korban. Dimana, korban mengenakan cincin di kedua belah jarinya.

“Korban mengenakan cincin emas di kedua belah jarinya, dilepas oleh korban lalu kemudian dibungkus tersangka dengan uang kertas dua ribuan dan dibungkus kembali dengan kertas tisu,” ungkapnya.

“Saat itu juga, sama tiga orang tersangka ini ditukar dengan bungkusan yang sama tetapi isinya berbeda dengan syarat setelah sampai di rumah dicampur dengan air putih lalu diminum. Isi bungkusan itu, yaitu dua keping uang koin seratus rupiah dengan iming-iming doa yang dikabulkan. Dan, semua itu baru disadari setelah sampai di rumah,” urainya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Harvi menegaskan, dalam kurun waktu 2×24 jam, tepatnya 9 Juli 2020 ketiga tersangka berhasil ditangkap melalui rekaman pemeriksaan CCTV.

“Untuk kerugian korban ditaksir hampir Rp 8 juta, masing-masing cincin sekitar 5 gram. Dan, barang bukti satu unit mobil rental Ertiga, uang dan pakaian pelaku yang berperan sebagai kiyai,” tandas dia.

Konferensi pers di Mapolres Batu

Sementara, dalam proses penangkapan, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono, menjelaskan sebelumnya dipelajari lewat rekaman CCTV yang menunjukkan kegiatan ketiga pelaku tersebut yang kemudian dikembangkan hingga ke wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Setelah kita kumpulkan bahan keterangan, memang ketiga orang tersangka itu pelakunya. Dan, kami mengendap ke lokasi tersangka di Kabupaten Pasuruan pada 8 Juli 2020 untuk memastikan, akhirnya kami yakin dan melakukan penangkapan,” beber dia.

Kronologi penangkapan tersebut, diterangkan Hendro, pada 9 Juli 2020, pertama MA, dari orang pertama berkembang menuju DM yang berperan sebagai kiyai dan kemudian MS.

“Ketiga pelaku ditangkap pada pagi hari di rumahnya masing-masing, waktu itu memang sempat ramai tetapi akhirnya kita jelaskan dan mereka memahaminya,” pungkas dia.

Saat ditanya, tersangka DM sang kiyai gadungan, mengakui profesinya selain sebagai tukang gendam ternyata dia juga sebagai Kaur Umum di Desa Rangge, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan, praktik gendam yang dilakukan sudah tiga kali di wilayah hukum Kota Batu. Bahkan, emas hasil gendaman itu dijual di wilayah Kota Pasuruan senilai Rp 4,1 juta, dan mobil yang digunakan untuk beroperasi merupakan mobil rental.

“Saya memilih Kota Batu, karena jauh dari rumah. Dan, hasilnya saya gunakan untuk keperluan anak saya sekolah SD dan SMP. Pekerjaan saya memalukan, saya minta maaf kepada Kepala Desa Rangge Pak Ibnu Tofik,” tutur DM.

Seperti diketahui, untuk mepertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku gendam tersebut dijerat Pasal 378 dengan ancaman hukuman penjara kurungan 4 tahun.(Put)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed