DimensiNews.co.id, JAKARTA- Merosotnya harga minyak dunia jenis Brent di level 20 Dolar AS per barel merupakan salah satu dampak ekonomi dari pandemik virus corona jenis baru (Covid-19) yang telah melanda hampir seluruh negara di dunia.
Namun, disayangkan kesempatan ini tak digunakan pemerintah Indonesia untuk segera memberikan insentif kepada masyarakat dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Hal tersebut menjadi sorotan pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI), Bambang Istianto.
Ia mengatakan, pemerintah mestinya cepat bertindak saat harga minyak dunia turun drastis untuk disesuaikan dengan harga BBM dalam negeri.
“Seharusnya pemerintah cepat merespons tuntutan publik yang menghendaki harga BBM turun. Meskipun harga BBM saat ini tergolong termurah di Asia Tenggara,” ucap Bambang Istianto, Rabu (29/4).
Dengan menurunkan harga BBM di tengah terpuruknya kondisi ekonomi ini, lanjutnya lagi, justru mampu meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia.
“Karena itu, jika harga BBM diturunkan merupakan wujud empati pemerintah. Apalagi di tengah impitan ekonomi sebagai dampak pandemik virus corona, BBM sebagai barang publik dan alat penggerak ekonomi,” imbuhnya.
Oleh karena itu, kata Bambang, saat ini merupakan momen yang tepat bagi pemerintah jika ingin menurunkan harga BBM. Dengan begitu, nantinya akan muncul efek ganda, baik yang dirasakan masyarakat maupun pemerintah.
“Karena itu kalkuasi ulang harga dasar BBM secepatnya, diselesaikan oleh kementerian ESDM cq Pertamina, dengan memperhatikan perkembangan kepentingan publik saat ini,” tuturnya.
“Implikasinya, sektor transportasi menggeliat dan membawa multiplier effect,” tambahnya menjelaskan. (red)
















