Media Asing Ini Sebut Kasus Kematian Akibat Corona di Indonesia Sudah Lebih 2.200 Jiwa

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, Jakarta- Media asing Reuters menyoroti angka kematian akibat pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Media asing itu menyebutkan korban meninggal Covid-19 di Indonesia jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan pemerintah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada Senin (27/4), angka kematian akibat Covid-19 secara nasional mencapai 765 jiwa.

Namun, Reuters mengungkapkan data bahwa korban meninggal akibat infeksi virus corona itu sudah mencapai 2.212 orang. Angka tersebut baru didapatkan dari 16 provinsi, dimana banyak yang meninggal masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Data tersebut Reuters hasilkan dari data yang setiap hari dan pekannya dikumpulkan, mulai dari situs web rumah sakit, klinik, dan petugas pekaman. Media tersebut pun meninjau laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA :   Unjuk Rasa Buruh: Upah Naik Tertahan, DPR Joget dengan Tunjangan Mewah

Menindaklanjuti temuan tersebut, Reuters menghubungi anggota gugus tugas Covid-19, Wiku Adisasmito.

Ditunjukkan data tersebut, Wiku tak membantah, namun menolak mengomentari perihal angka kematian yang resmi dilaporkan pemerintah pusat.

Wiku mengatakan, dari 19.897 orang yang diduga menderita Covid-19, banyak dari mereka yang belum diuji karena antrian panjang di laboratorium. Sayangnya, beberapa orang sudah meninggal sebelum sampel mereka dianalisis.

“Jika mereka memiliki ribuan atau ratusan sampel yang perlu mereka uji, mana yang akan diprioritaskan? Mereka akan memberikan prioritas pada orang-orang yang masih hidup,” ujar Wiku.

Indonesia sendiri adalah salah satu negara dengan tingkat pengujian Covid-19 paling rendah di dunia. Beberapa ahli epidemiologi mengatakan, hal tersebut membuat sulit membuat gambaran akurat mengenai tingkat infeksi di tanah air.

BACA JUGA :   Sumbar Darurat: Banjir dan Longsor Renggut 23 Jiwa, 12 Hilang, Ribuan Warga Mengungsi

Seperti halnya Wiku, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono juga mengungkapkan keyakinannya bahwa banyak dari PDP yang meninggal disebabkan oleh Covid-19.

“Saya percaya sebagian besar kematian PDP disebabkan oleh Covid-19,” kata Pandu.

Berdasarkan temuan data Reuters, prosesi pemakaman di Jakarta pada Maret naik 40 persen sejak Januari 2020. Gubernur Anies Baswedan mengungkapkan, Covid-19 menjadi satu-satunya alasan melonjaknya angka tersebut. (red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses