DimensiNews.co.id, TANGERANG- Dinas Pendidikan Kota Tangerang menerbitkan surat edaran yang mengimbau kepada seluruh jajaran kepala sekolah dan pegawai untuk menyisihkan sebagian penghasilannya bagi orangtua siswa dan masyarakat yang terkena dampak langsung terkait tindakan pencegahan Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia kepada wartawan menuturkan, melalui surat imbauan yang diterbitkan tersebut diharapkan jajaran pegawai di Dinas Pendidikan dapat sedikit meringankan dan turut membantu orangtua siswa yang tidak bisa bekerja lantaran penyebaran virus covid-9 tersebut.
“Pegawai di lingkup Dinas Pendidikan diharapkan dapat membantu, kan banyak orangtua siswa harus tinggal di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus, dan saat mereka di rumah siapa yang mencari nafkah. Nah di sini kami mencoba menggerakan seluruh pegawai di dinas kami untuk turut membantu para orangtua siswa yang terkena dampak dari virus tersebut,” jelasnya.
Dirinya tidak menampik, bentuk gotong royong dan bahu-membahu seluruh pegawai dinas pendidikan yang dituangkan dalam surat imbauan tersebut berbentuk uang lantaran saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti kebutuhan yang prioritasnya mendesak.
“Kita tidak bisa berandai -andai, kita sengaja mengimbau para pegawai untuk menyumbangkan uangnya karena jika berbentuk barang kami khawatir justru pegawai dinas turut terinfeksi saat mencari barang-barang yang dibutuhkan tersebut,” jelas Masyati.
Ditemui terpisah, Abdul Karim, Kepala SMPN 20 Kota Tangerang menyambut baik imbauan tersebut, terlebih saat ini sebagian besar wali murid atau orangtua siswa yang belajar di sekolah tersebut hampir sebagian besar berpenghasilan tidak tetap.
“Kita mendukung sekali, karena di sini banyak orangtua yang terkena dampak langsung dari pencegahan virus tersebut,” jelas Karim kepada wartawan.
Ia menilai, imbauan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan adalah bentuk dari menumbuhkan kembali budaya gotong – royong yang saat ini mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat indonesia.
“Menghidupkan kembali dan merangsang kepedulian, dari hal kecil Insya Allah menjadi besar,” tuturnya. (Dul)
















