by

SAMP-SU Tuntut Penegakan Hukum Dugaan Perjalanan Fiktif Bappeda Palas 2016

DimensiNews.co.id, MEDAN- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aktivis Pemuda Sumatera Utara (SAMP-SU) melakukan unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menuntut penegakkan hukum terhadap Bappeda Padang Lawas (Palas) terkait dugaan perjalan fiktif tahun anggaran 2016, Rabu (26/02/20) siang.

SAMP-SU dalam orasinya, meminta penjelasan terkait penanganan kasus dugaan tersebut yang sempat ditangani Kejari Palas tahun 2017 lalu yang disinyalir telah di-peti es-kan.

Mereka menilai proses penanganan terhadap dugaan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang mana hingga saat ini tidak ada kejelasan. Sehingga dinilai ada unsur tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 UU no 31 tahun 1999.

“Dalam pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 dapat terpenuhi yakni; 1.Setiap orang karena ada melakukan perbuatan. 2. Secara melawan hukum, karena perbuatan dinilai sengaja dilakukan dengan melanggar ketentuan perundang-undangan. 3. Menguntungkan diri sendiri atau orang lain, karena perbuatan dinilai melanggar ketentuan, ada pihak yang diuntungkan dan merugikan keuangan daerah/negara. 4. Dapat merugikan keuangan negara karena akibat dari perbuatan tersebut terindikasi daerah/negara dirugikan. Kami meminta penjelasan atas penanganan kasus tersebut, apakah sudah dihentikan atau masih berjalan,” ungkap Mhd. Saidina Husein selaku Ketua SAMP-SU.

Mereka pun memberikan tenggat waktu selama sepekan terkait penjelasan Kejati Sumut soal kasus tersebut.

“Apabila dalam tenggat waktu tersebut kami belum mendapat penjelasan, maka sudah sangat beralasan dalam penilaian kami bahwa penanganan kasus tersebut telah terdapat pelanggaran,” tegas Mhd Saidina.

Adapun tembusan permohonan penegakan hukum terkait permasalahan tersebut yakni Komisi Kejaksaan Tinggi RI, Komisi III DPR RI dan Menkopolhukam RI.

Saat DimensiNews mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar, melalui sambungan selular, namun hingga kini belum menjawab. Demikian juga saat dichat melalui aplikasi Whatsapp.

Di hari yang sama, Kepala Bappeda Palas, Hj. Yenni Nurlina Siregar SP saat dikonfirmasi DimensiNews mengatakan masalah itu sudah dihentikan.

“Masalah itu sudah SP3,” ungkap Yenni melalui aplikasi whatsapp pribadinya. (Robert Nainggolan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed