APKK Desak Bupati Sarolangun Copot Kadis PUPR 

  • Bagikan
APKK Desak Bupati Sarolangun Copot Kadis PUPR 

DimensiNews.co.id SAROLANGUN – Puluhan orang yang menamakan dirinya dari Aliansi Pencinta Keadilan dan Kebenaran (APKK) mendatangi kantor PUPR – ULP, Kantor Bupati, dan kantor Kejaksaan Negri (Kejari) Sarolangun untuk menyampaikan Aspirasinya dan memberikan laporan.

Dalam aksinya APKK menyampaikan beberapa poin penting yang dinilainya sangat darurat terhadap kemajuan dan pembnagunan Kabupaten Sarolangun.

“Ada delapan poin penting yang ingin kami sampaikan pada instansi terkait,” kata Iskandar selaku koordinator lapangan.

Pertama, kami meminta agar Bupati secepatnya mengantikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun.

Kedua, meminta Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun bertangungjawab atas kegagalan pekerjaan kontraktor agar memperbaiki semua kerusakan tersebut.

Ketiga, kami meminta Dinas PUPR melakukan penghitungan ulang proyek pengaspalan jalan simpang guru baru tahun angaran 2018 yang diduga ada mark up dalam penghitungan pembayaran.

BACA JUGA :   Tagihan Media Tak Dibayar, Sejumlah Awak Media Di Bungo Ancam Demo

Keempat, meminta Kepala Dinas PUPR menjelaskan tentang uang jaminan pemeliharaan 5% dari nilai kontrak proyek. Mengapa proyek tanpa perawatan tapi dana tersebut tetap dicairkan.

Kelima, meminta Dinas PUPR memblacklist perusahaan yang perkerjaannya berkwalitas rendah.

Keenam, Meminta agar ULP Kabupaten Sarolangun jangan memenangkan lagi perusahaan yang pekerjaanya berkualitas rendah.

Ketujuh, meminta Kejari Sarolangun mengusut tuntas terhadap laporan kami dari aliansi pecinta keadilan kebenaran.

Kedelapan, meminta Kejari Sarolangun membentuk tim khusus untuk investigasi ke lapangan terhadap proyek yang kami laporkan.

APKK juga sempat menyegel Kantor ULP Sarolangun karena saat orasi di depan kantornya kepala ULP tidak ada di kantor. (Sanu) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses