by

Jelangkung, Permainan Kelam Para Penguji Nyali

DimensiNews.co.id JAKARTA – Jaelangkung atau Jelangkung, datang karena diundang untuk menemani permainan kelam para pemberani. Ada aura mistik yang kental, sebab permainan ini melibatkan makhluk tak berbentuk, dari mereka yang telah tiada. Melintasi bumi yang jauh, menyisir generasi demi generasi. Konon, permainan pemanggilan arwah ini mulanya berasal dari tanah Tiongkok. Dibawa kaum imigran menjadi pelipur lara serta penghibur rindu pada lembur leluhur.

Maut ikut mengintai permainan ini dan rasa takut pun turut dipertaruhkan. Lalu, mengapa jaelangkung yang semula permainan anak-anak, kini menjadi ritual magis?. Benarkah, roh yang hinggap di tubuh Jaelangkung, akan menjelma menjadi bayang-bayang menakutkan, usai permaian ini dimainkan?.

“Ya memang seperti itu. Karena roh-roh itu merasa diusik ketenangannya. Jadi, mereka akan menghantui para pemain yang telah mengusik mereka,” ujar Ki Kusumo, seorang paranormal kondang.

Meski memakai material serba bersahaja yang ada di rumah, toh Jaelangkung bukanlah permainan biasa. Tempurung kelapa kering yang dirupa manusia, adalah perantara antara yang nyata dengan yang tak kasat mata. Batas antara yang teraba nalar dengan yang di luar nalar, nyata tipisnya.

“Umumnya, permainan ini mengundang roh yang gaib mewujud dalam boneka tumpurung kelapa. Lalu terjadi dialog mistik yang memberi bukti keajaiban kosmik,” imbuh Ki Kusumo.

Sebagai sebuah permainan, Jaelangkung serasa membuka simpul misteri, antara yang ada dengan yang tiada. Segala yang astral, beradu temu dengan yang material. Bersama itu, rasa takut dijemput untuk kemudian dibenturkan dengan bayang-bayang roh yang berbicara lewat isarat dan gerak serba singkat.

tidak ada riang, meski ini sebuah permainan. Karena yang disiapkan adalah segala kekelaman. Ya, di sini tidak hanya nyali yang diuji. Karena permainan Jaelangkung sekaligus memberi penegas, bahwa yang gaib bukan tidak ada. Meski sekadar mewujud dalam boneka tempurung kelapa, roh datang saat diundan.

Dan seperti setiap permainan, Jaelangkung juga menyediakan risiko. Bukan kalah-menang, bukan pula cidera fisik. Tapi risiko maut, seperti dihantui rasa takut yang tak berkesudahan. Dari sebuah permainan yang melibatkan unsur-unsur di luar nalar, Jaelangkung mengajak kita percaya, bahwa kegaiban adalah kenyataan yang tak terlihat. Bersama mantra, Jaelangkung datang dalam pertanda agar semua percaya, betapa segala yang gaib ternyata tetap bisa diraba mata. Anda berani untuk mencoba permainan ini?. (DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed