Bau Busuk Menyengat itu Ternyata Dari Sampah di TPA Junrejo Kota Batu

  • Bagikan
Anggota DPRD Kota Batu, Bambang Sumarto.

DimensiNews.co.id, BATU – Bau sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, semakin lama menimbulkan bau tidak sedap hingga merambah kemana-mana.

Ini terbukti, saat penelusuran malam hari DimensiNews.co.id, masuk Desa Tlekung via BNS mulai dari kantor kepala desa hingga turun ke bawah arah Malang bau sampah itu semakin menyengat di hidung. Dan, bau tersebut hingga berada di kantor Camat Junrejo.

Ironinya, bila diukur jarak dari TPA sampai kantor Camat Junrejo menggunakan Google Map, sekitar 2,5 km.

Dengan kondisi demikian, saat dikonfirmasi, Camat Junrejo, Arief Rachman Ardyasana, S. Stp, mengakui bahwa sejumlah warga sudah melaporkannya.

BACA JUGA :   Paripurna DPRD Sukabumi, Bupati Paparkan Capaian Makro Pembangunan 2025

“Memang benar, soal TPA yang baunya seperti malam ini, ada warga yang sudah melaporkannya,” singkat dia, Rabu (25/9/2019).

Untuk mencegah bau sampah itu, menurut Arif, beberapa waktu lalu sebenarnya sudah dilakukan kerja bakti dengan menanam pohon di sekitatr area TPA, untuk menyerap bau tersebut.

Sementara, Anggota DPRD Kota Batu, Bambang Sumarto, yang juga menjadi warga Desa Tlekung, mengungkapkan, sebenarnya dulu bau itu tidak merembet hingga sejauh saat ini.

“Sebenarnya, dulu nggak batu seperti sekarang ini, yang kemudian sampai sejauh ini. Beratti, disini pengelolaannya sudah tidak maksimal,” terang dia.

Ini diperkirakan, tambah Bambang, meski pengelolaan sampah yang menghasilkan biogas, akan tetapi yang dikeluarkan dari biogas itu tidak sempurna hingga menimbulkan bau sampai kemana-mana.

BACA JUGA :   Bupati Bungo Hadiri Opening Ceremony GTTGN ke -24 di Lampung

Sedangkan, juga diakuinya, sebenarnya bau sampah yang sudah menjalar jauh ini sudah lama, sekitar satu tahunan berjalan. Bahkan, kondisi ini pula sangat meresahkan warga setempat.

“Bau sampah memang yang paling parah saat musim kemarau, supaya tidak menyalahkan siapa-siapa. Karena, kalau dulu memang TPA itu hanya yang dibuang sampah dari pasar dan hotel, tetapi sekarang bisa jadi dari seluruh wilayah Kota Batu serta semakin padat penduduk,” urainya.

Untuk itu, Bambang berharap, masing-masing desa dibuatkan pengelolaan sampah dengan bentuk cerobong sampah sebagai tempat pembakaran.

“Kalau masing-masing desa dibuatkan tempat pembakaran sampah, akan menghindari bau dan abunya juga bisa dimanfaatkan,” pungkas dia. (Put)

BACA JUGA :   Bupati Sukabumi Sampaikan LKPJ 3023 Pada Paripurna DPRD
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses