JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S yang terdeteksi di Samudra Hindia, selatan Banten. Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis dinilai rendah, keberadaan sistem cuaca ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Bibit Siklon Tropis 98S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Banten pada pembaruan BMKG, Rabu (28/1) pukul 07.00 WIB. BMKG menyebutkan sistem tersebut diprakirakan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
“Terpantau mulai terbentuk di wilayah monitoring TCWC Jakarta, tepatnya di Samudra Hindia selatan Banten. Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya, Rabu (28/1).
Kendati demikian, BMKG mengingatkan potensi dampak tidak langsung terhadap cuaca dan perairan Indonesia dalam periode 24 jam hingga Kamis (29/1) pukul 07.00 WIB. Dampak tersebut antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi di Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Selain peningkatan curah hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang diprakirakan terjadi di Selat Sunda.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter atau kategori tinggi berpotensi melanda perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.
BMKG juga mewaspadai potensi gelombang sangat tinggi dengan ketinggian mencapai 4 hingga 6 meter di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku aktivitas pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi, serta senantiasa memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG.*
















