KUNINGAN — Suasana hangat terasa di lingkungan sekolah pada Senin, 18 Mei 2026. Sejumlah siswa tampak menerima seragam sekolah dan bantuan sedekah dari Ikatan Alumni SMAN 1 Cilimus Angkatan 1987. Bagi sebagian keluarga, bantuan itu bukan sekadar pemberian simbolis, melainkan bentuk nyata kepedulian yang membantu meringankan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan sekolah yang terus bertambah, para alumni lintas generasi itu memilih kembali ke almamater dengan membawa semangat berbagi. Mereka menyalurkan bantuan kepada siswa dari keluarga yang membutuhkan, agar tetap dapat menjalani aktivitas belajar dengan layak dan percaya diri.
Seragam sekolah yang dibagikan menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi identitas siswa, seragam dinilai memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan dan semangat belajar sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 1 Cilimus, Heri Purnomo, menyambut baik kepedulian para alumni senior yang dinilainya terus menjaga hubungan emosional dengan almamater.
“Kehadiran alumni senior melengkapi program motivasi tahunan yang biasanya diisi oleh alumni muda. Kolaborasi antargenerasi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara ekosistem sekolah dengan para lulusan yang telah mapan,” ujarnya.
Bagi alumni Angkatan 1987, kegiatan tersebut bukan sekadar reuni tahunan. Ketua Komite Alumni Angkatan 1987, H. Sholehuddin, mengatakan dana bantuan berasal dari kegiatan kebersamaan para alumni yang kemudian disalurkan kembali kepada siswa yang membutuhkan. Dalam kegiatan itu, ia turut didampingi Wakil Ketua Alumni, H. Tri Suknaedi.
Menurut Sholehuddin, perhatian alumni tidak berhenti pada kebutuhan perlengkapan sekolah. Mereka juga menaruh perhatian terhadap tantangan ekonomi yang kini dihadapi generasi muda, terutama lulusan baru yang harus merantau ke kota besar untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
“Selain bantuan logistik sekolah, pengurus alumni menaruh perhatian khusus pada tantangan ekonomi makro seperti kenaikan harga komoditas saat ini. Faktor inflasi di kota-kota besar dianggap memicu tingginya biaya akomodasi dan konsumsi bagi lulusan baru yang merantau,” katanya.
Kesadaran itulah yang mendorong pengurus alumni menyiapkan langkah jangka panjang. Mereka berencana menyusun basis data sebaran lulusan SMAN 1 Cilimus di luar Kabupaten Kuningan. Data tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat informasi akademik, jejaring alumni, hingga akses lowongan pekerjaan.

Tak hanya itu, alumni senior yang telah lebih dulu menetap di berbagai daerah juga diharapkan dapat menjadi tempat bertanya dan berlindung bagi para lulusan baru yang merantau. Pendampingan itu dipandang penting agar generasi muda memiliki arah, dukungan moral, dan rasa aman saat memulai kehidupan di luar kampung halaman.
Di balik pembagian seragam dan sedekah itu, tersimpan pesan sederhana tentang arti pulang dan berbagi. Bahwa hubungan antara sekolah dan alumni tidak berhenti setelah kelulusan, melainkan terus tumbuh menjadi jejaring kepedulian yang memberi manfaat bagi generasi berikutnya.*Din
















