Satu Terduga Pelaku Curas Meninggal Wakapolres Tapsel : Empat Penyidik Melanggar Kode Etik

  • Bagikan

TAPSEL SUMUT – Wujud dari transparansi dan menjaga profesionalisme dalam bertugas, terkait kematian AD salah satu terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Paluta, Wakapolres Tapanuli Selatan Kompol Rahman Takdir Harahap pimpin gelar penyelidikan perkara diruang gelar Sat Reskrim Polres Tapsel, Rabu (7/12/2022)

Melalui press release Humas Polres Tapsel yang diterima dimensinews.co.id, Kamis (8/12/2022) dari hasil gelar, 4 orang penyidik pembantu Polres Tapsel secara sah terbukti langgar Kode Etik Profesi Polri (KEPP),”ungkap Takdir.

Adapun para penyidik pembantu yang terbukti secara sah melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri  tersebut antara lain, Briptu RRH, Briptu BN, Briptu RAH, dan Bripda AA 

Lanjut Takdir, pelanggaran para penyidik pembantu itu tertuang dalam peraturan polisi (Perpol) No.7/2022 tentang etika kelembagaan pasal 5 ayat (1) huruf c. Yang berbunyi adalah menjalankan tugas, wewenang dan tanggung jawab secara profesional, proporsional, dan prosedural.

BACA JUGA :   Terkait Informasi AHM Tersangka, Demokrat Malut Dihimbau Tidak Ikut Berkomentar.

Pihaknya akan membentuk tim terpadu yang bertujuan untuk percepatan penanganan kasus dugaan pelanggaran KEPP para penyidik pembantu tersebut dan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli, yaitu dokter yang menerbitkan visum tersangka perampokan sadis yang meninggal dunia,tegasnya.

“Gelar perkara ini dilakukan, guna membahas tentang meninggalnya seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) berinisial AD di Rumah Sakit Kota Padangsidimpuan,”kata Takdir.

Dimana sebelumnya, Selasa (6/12/2022) lalu, Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni,” menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal secara intensif terkait meninggalnya AD.

Almarhum AD ditangkap oleh Polres Tapsel dan Polsek Dolok pada Minggu (4/12/2022) lalu, bersama rekannya tersangka perampokan sadis, yakni SP dan dikeesoknya harinya Senin (5/12/2022) petugas di Ruang Tahanan Polres Tapsel mendapati AD dalam keadaan lemas.

BACA JUGA :   Profesi Penerjemahan Hadapi Tantangan Zaman

Meski sempat mendapat penanganan dari tim Dokkes Polres Tapsel, AD harus dilarikan ke UGD Rumah Sakit di Kota Padangsidimpuan, namun AD menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Kota Padangsidimpuan,”terang Perwira Melati Dua itu.

Dimana sebelumnya pada 16/5/2022 yang lalu telah terjadi pencurian dengan kekerasan terhadap Pemberian Hasibuan yang merupakan pedagang emas di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta, Sumatera Utara.

Setelah petugas melakukan penyelidikan dan identitas terduga pelaku dapat diketahui dan dilakukan penangkapan terhadap 3 orang terduga pelaku.

Adapun para terduga pelaku yang berhasil ditangkap antara lain AD, SP dan IH alias K alias T sedangkan seorang lainnya masih buron,

Perlu diketahui kembali, perampokan itu sendiri terjadi di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta, kuat dugaan pula para terduga pelaku tersebut melakukan pemukulan terhadap korban dengan kayu bulat hingga terhempas ke dalam jurang dan bersimbah darah.

BACA JUGA :   Wujudkan Komitmen Bebas Korupsi, Perumdam TKR Teken Fakta Integritas dengan Kejagung RI

Saat mendapat perawatan medis, korban sempat mengalami muntah darah, setelah mendapat perawatan medis dan korban berhasil diselamatkan sedangkan para terduga perampok sadis tersebut berhasil menggasak 900 Gram emas. Kemudian, uang tunai Rp10 juta di dalam tas ransel milik korban.(AML)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.