Oknum Kades di OKU Selatan Dicokok Polisi Lantaran Cabuli Gadis di Bawah Umur

  • Bagikan

OKU Selatan – Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan di laporkan oleh pihak keluarga inisial Y(17) binti Iskandar anak di bawah umur yang tinggal di kebun jagung, Senin (27/06/22).

Menurut pengakuan korban kepada beberapa awak media, kejadian pemerkosaan ini sudah terjadi dua kali dan akan mengulang untuk yang ketiga kalinya.

Kejadian yang pertama di saat orang tua korban bekerja di kebun. Tersangka FA, malah datang ke pondok korban dengan alasan ingin meminta minum. Tersangka FA lalu masuk ke dalam pondok korban, setelah itu tersangka keluar sudah buka baju.

Dilanjutkan korban, lantas tersangka FA langsung menarik korban ke dalam pondok dengan memaksa berhubungan badan. “Tangan saya dipengang posisi tangan di atas kepala sedangkan kaki dijepit oleh kaki tersangka sehingga korban tidak bisa lagi meronta,” katanya.

BACA JUGA :   Puspomad Laporkan Pemilik Account Ujaran Kebencian ke Polda Jabar

Kejadian yang kedua, masih kata korban, di saat bapak saya bekerja lagi di kebun milik FA. Setelah bapak bekerja, FA lantas ke rumah saya. Pada waktu itu ada adik laki laki saya umurnya 10 thn. Adik saya di perintahkan oleh FA beli Es batu dengan Kuku Bima, setelah adik saya pergi belanja FA masuk ke dalam rumah lalu keluar sudah buka baju tinggal singlet”, tambahnya.

Atas kejadian tersebut, lantas Y menceritakan kejadian itu sehingga bapaknya kesal dan mengajak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Pemaca malam itu juga pada Jum’at (24/06/2022).

Setelah membuat laporan, korban langsung divisum. Malam itu juga FA di ambil oleh pihak Polsek dan dilimpahkan ke Polres OKU Selatan.

BACA JUGA :   Narkoba Jaringan Internasional Diungkap Satnarkoba Jakbar, Ribuan Butir Exstasy Sabu dan Ganja Diamankan

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha yang didampingi Wakapolres OKU Selatan Kompol Iwan Wahyudi, Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara dan PJU Polres OKU Selatan dalam keterangan persnya yang digelar di Mapolres menyampaikan, bermula dari laporan Iskandar orang tua dari korban berinisial Y (17) warga Kecamatan Buay Pemaca yang melapor ke Polsek Buay Pemaca dengan nomor laporan LP.B/06/VI/2022/SPKT/Polsek Buay Pemaca/Res OKUS/POLDA SUMSEL.tanggal 25 juni 2022.

“Surat Perintah Penyidikan Nomor Sp.Dik/41/VI/2022/Reskrim, tanggal 25 juni 2022, akhirnya oknum Kades (FA) di lakukan penangkapan,” terangnya.

Akibat dari perbuatannya sang Kepala Desa ini di kenakan pasal 81 ayat (1) dan (2) UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehubungan dengan persetubuhan terhadap anak. Tersangka diancam dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling rendah 3 tahun.

BACA JUGA :   Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

Turut diamankan sebagai barang bukti pada kasus ini 1 helai baju polos lengan panjang, 1 helai bra warna cream,1 helai celana dalam warna hitam polos, 1 helai celana jeans panjang dan 1 helai baju polos lengan pendek.

Penulis: Bambang GunawanEditor: Renoto Sirengga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.