oleh

Disbudpar Tulungagung Ajukan Dana Untuk Pembangunan Museum

DimensiNews.co.id, TULUNGAGUNG – Sebanyak 51 benda cagar budaya di Museum Daerah Tulungagung hanya ditempatkan pada gudang yang sudah tidak layak. Mengetahui hal itu, Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung rupanya sudah melakukan negosiasi dengan Bappeda Kabupaten Tulungagung agar bisa mendapatkan dana untuk merenovasi gudang tersebut.

Ditargetkan pada tahun 2021 mendatang, pembangunan gudang tersebut bisa segera terealisasikan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung, Bambang Ermawan melalui Kabid Kebudayaan, Suprihatin mengatakan, pihaknya sudah dijanjikan akan diberikan dana sebesar Rp 300 juta untuk membangun gudang tersebut menjadi bangunan permanen.

Dengan begitu diharapkan agar benda-benda tersebut tertata rapi di museum meski tidak ditaruh pada display museum.

Nantinya jika sesuai rencana, pada tahun 2021 pembangunan gudang museum tersebut bisa dilakukan dengan konstruksi bangunan permanen.

Menurut Suprihatin, sembari menunggu dana tersebut keluar. Nantinya pihaknya akan berupaya dengan membangun ulang gudang tersebut dengan menggunakan galvalum, serta diberikan alas yang bagus agar nantinya kondisi dalam ruangan tersebut tidak lembab.

“Karena memang sayang sebenarnya kalau benda bersejarah seperti itu dibiarkan begitu saja pada tempat yang tidak layak,” kata Suprihatin.

Lanjut Suprihatin, sepinya museum wajakensis juga menjadi perhatian khusus oleh pihak Disbudpar.

Melihat hal itu, pihaknya sudah menyusun rencana agar nantinya museum wajakensis ramai selayaknya museum.

Pihaknya merencanakan nantinya di hari-hari tertentu akan mendatangkan siswa baik TK hingga SMA bahkan masyarakat umum untuk turut berkunjung ke museum wajakensi, serta mempelajari benda-benda didalamnya.

“Misalkan nanti setiap Sabtu anak-anak TK diminta kesana, lalu ada tour guidenya yang menjelaskan itu benda apa saja. Lalu minggunya anak SD, dan seterusnya sampai masyarakat umum,” lanjutnya.

Menurutnya, nantinya tidak hanya gedung museum saja yang dingun. Namun museum tersebut juga akan dilakukan pembaruan dengan menyediakan lapangan parkir yang luas. Pasalnya, kondisi museum daerah saat ini tidak adanya lapangan parkir yang mencukupi, sehingga disinyalir hal itu juga menyebabkan museum tersebut masih terus sepi pengunjung.

“Yang penting nanti kalau dananya kita dapat, otomatis itu (tempat parkir) juga akan kita bangun. Karena saat ini masih terkendala dana, jadi sementara seperti itu dulu. Mudah-mudahan 2021 bisa terlaksana,” jelasnya.

Saat ditanya apa yang menjadi kendala sehingga hingga saat ini masih belum dibangun gudang yang layak di Museum Daerah Menurutnya, pihaknya hanya terkendala pemangkasan dana lantaran adanya pandemi Covid-19. Dia meyakini, jika tidak ada Covid-19, sebenarnya tahun ini saja permintaan itu bisa segera terealisasikan. Dengan begitu, untuk tahun ini pihaknya tetap harus bersabar mengingat dipangkasnya anggaran dana Disbudpar untuk penanganan Covid-19.

“Kami mintanya udah jauh-jauh hari sebenarnya, bahkan pihak Bappeda selalu saya tekan agar bisa menganggarkan dana untuk museum. Ya karena terkendala dana itu makanya sampai sekarang belum terealisasi,” ungkap Suprihatin.

Kendati demikian, sebenarnya dalam hal ini pihak Dinas Budaya dan Pariwisata Tulungagung hanya bertugas sebagai pengembangan dan pemanfaatan museum. Sedangkan pihak balai pelestarian cagar budaya (BPCB) Jatim sebenarnya hanya bertugas sebagai teknis perawatan benda cagar budaya. Meski begitu, pihaknya juga pernah melakukan perawatan pada semua koleksi dengan mengadakan konservasi pada tahun 2019.

“Waktu itu ada dana DAK sebesar 450, namun hanya terserap 64 persen dari keseluruhan dana. Yang belum terserap itu dana publikasinya. Apalagi kondisi museum ini juga masih sepi,” pungkasnya.*Untung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed