Tidak Semua Sakit Batuk dan Flu Dianggap Suspek Virus Corona, Ini Bedanya

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Meningkatnya penyebaran Virus Corona dari Wuhan, Cina, membuat masyarakat global khawatir. Saking khawatirnya setiap pasien dengan gejala demam, batuk flu, sakit tenggorokan dianggap suspek (diduga) nCoV. Padahal, gejala nCoV (Novel Corona Virus) dengan penyakit biasa jelas bedanya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat mekanisme pemeriksaan lab dan hal-hal yang berkaitan dengan konfirmasi lab itu dibagi-bagi.

Perbedaan konfirmasi lab tersebut dibagi menjadi 3 perbedaan, yakni People Under Observation, Suspek, dan Confirm.

People Under Observation merupakan semua orang yang memiliki gejala batuk pilek atau gejala seperti nCoV. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke wilayah penyebaran nCoV maupun riwayat kontak dengan penderita nCoV.

BACA JUGA :   BPJS Kesehatan Surabaya Jamin Layanan JKN Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026

Lain halnya dengan suspek. Suspek merupakan orang yang memiliki gejala batuk pilek, demam atau sakit tenggorokkan yang memiliki riwayat perjalanan ke wilayah penyebaran nCoV maupun memiliki riwayat kontak dengan penderita nCoV.

“Tapi kalau suspek dilakuakn pemeriksaan lab dan ditemukan virus jenis Corona itu disebut probable. Kalau ketemunya virus novel corona baru disebut Confirm,” kata dr. Anung.

Terkait status Confirm, adalah virus corona yang sudah jelas diketahui dan dikonfirmasi oleh laboratorium. Semua jenis virus akan dikonfirmasi akhir oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang yang masuk ke kategori People Under Observation, ada 13 orang dan 11 orang di antaranya negatif nCoV, sementara 2 orang lainnya masih diperiksa. Hingga hari ini tidak ditemukan nCoV Confirm di Indonesia,” kata dr. Anung. (sumber: kemkes/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses