oleh

Polres Madiun Gelar Pertunjukan Wayang Kulit Virtual Dengan Lakon “Corona Sumilak”

DimensiNews.co.id, MADIUN – Polres Madiun menyelenggarakan pagelaran wayang kulit virtual secara live streaming yakni melalui media sosial (Medsos) Polres Madiun. Kegiatan itu dilaksanakan di Joglo Polres Madiun dengan lakon “Corona Sumilak” yakni menghadirkan dalang wayang kulit dari seorang anggota Polri aktif berdinas di Polsek Dolopo. Ia adalah Ki Aiptu Hendri, yang mempunyai nama lengkap Hendri Setiawan.

Aiptu Hendri, anggota Bhabinkamtibmas ini selain lihai dalam memainkan wayang kulit juga kesehariannya saat melaksanakan tugasnya menaiki kuda miliknya untuk menjelajahi pelosok pedesaan yang ada di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Selain Aiptu Hendri, malam itu juga hadir sejumlah peserta seni karawitan yakni anggota Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polres Madiun.

Kapolres Madiun AKBP R. Bagoes Wibisono H.K menyampaikan tujuan menyelenggarakan wayang kulit virtual dengan lakon “Corona Sumilak” ini yakni pertama kita melestarikan buda tanah jawa. Karena sudah lama seni pagelaran wayang seperti ini, tidak dilaksanakan lagi dikarenakan situasinya sedang pandemi Covid-19.

“Maka dari Polres Madiun menginisiasi, kita melaksanakan pagelaran wayang kulit secara virtual. Selain bisa menjadi hiburan masyarakat, ini juga dapat memberikan edukasi dan pembelajaran tentang Protokol Kesehatan,” terangnya seusai penyelenggaraan pagelaran wayang kulit virtual, Jumat 16 Oktober 2020 malam lalu.

Bagaimana Protokol Kesehatan, kata dia, sejauh ini dengan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak), sesuai atas perintah pimpinan yakni Kapolda Jawa Timur bersama Pangdam V Brawijaya melalui Gubernur Jawa Timur dapat menurun dibanding awal pandemi Covid-19. Harapannya kedepan, pandemi Covid-19 di Jawa Timur bisa “Sumilak (pergi atau hilang)”. Sehingga Jawa Timur menjadi hijau, tidak zona merah atau zona kuning lagi.

“Kedepannya pertunjukan wayang seperti ini, Insya Alloh kalau memang ada waktu, kita adakan lagi mungkin dengan tema yang berbeda. Semoga aja masyarakat yang melihat wayang kulit virtual, dapat terhibur dan menerima edukasinya. Selain itu, masyarakat juga dapat menjalankan Protokol Kesehatannya dalam kehidupan sehari-harinya,” jelas R. Bagoes Wibisono.*all

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed