by

Di Duga Mabuk Seorang Pria Pukuli Warga Nyaris di Hajar Masa 

 

DimensiNews.co.id HALMAHERA TENGAH – Warga Desa Tilope Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah dihebohkan dengan aksi salah satu orang mabuk yang membabi buta memukul warga.

Pria mabuk itu diketahui dari desa tetangga mereka yakni desa Aer Salobar,” beber seluruh warga setempat saat mengejar warga Aer Salobar yang diduga memukul salah satu warga desa Tilope bernama Liku Amor anak dari Amor Tahalele.

Amor Tahalele yang juga orang tua korban pemukulan dari orang mabuk itu mengisahkan kepada media ini bahwa saya barusan pulang dari kebun, tiba-tiba saya melihat anak saya Liku Amor dipukul salah satu warga desa Aer Salobar kemudian saya melerai aksi itu.

Namun saya juga kena pukul oleh orang mabuk itu. Sehingga warga sekampung keluar dan mengejar pelaku yang telah melarikan diri itu,” kisahnya.

Selain itu juga pelaku yang di duga mabuk itu juga memaki ipar perempuan saya dengan perkataan yang tidak baik, istilah orang kampong (momake perempuan) akhirnya membuat suami ipar saya dan seluruh masyarakat desa Tilope marah besar dan mengejar pelaku,

Untung saja pelaku yang menghajar saya  itu langsung kabur ketika melihat ratusan masyarakat datang kerumah saya,” ujarnya.

Atas tindakan pelaku itu, seluruh masyarakat mengutuk keras kepada pelaku dan meminta pihak kepolisian harus memproses hukum dalam perkara ini.

Karena menurut masyarakat setempat yakni desa Tilope untuk menghindari hal-hal yang merugikan kita semua dan lebih besar lantaran perbuatan yang tidak terpuji oleh pelaku,” ucap seluruh warga dilokasi kejadian Rabu, (27/6/2018) sore tadi.

Pantauan www.dimensinews.co.id sore tadi di lokasi kejadian jalan raya dan setapak desa Tilope dipenuhi warga akibat mengejar pelaku pemukulan yang konon katanya sedang mabuk itu,

Dari informasi yang beredar dari masyarakat setempat pelaku itu anak bapak Muhammad warga Aer Salobar. Pada saat sejumlah masyarakat marah dan mengejar pelaku terlihat salah satu anak muda membawa barang tajam dan salah satu warga juga membawa lata 5 x 5 yang disisipkan pada belakang bajunya.

Akibat kejadian itu, Kepala Desa Loleo Alimasri Latenda dan Sekretarisnya yakni Bahri Hi Ahmad langsung bergegas mendatangi desa Tilope karena mengira masyarakatnya.

Namun, ada upaya-upaya dan saran dari kedua Pemerintah Desa Loleo agar pelaku diambil dengan jalur hukum saja, jangan menbambil hakim sendiri. Apa lagi kita inikan desa tetangga, jadi laporkan saja kepihak yang berwajib untuk menangani perkara ini,” saran Sekdes Loleo kepada sejumlah masyarakat yang sedang marah itu.

Saat itu pula kebetulan masih banyak petugas kepolisian yang dalam rangka pengamanan pencoblosan pilgub sehingga pihak polisi Polsek Weda Selatan meminta pihak korban membuat pengaduan untuk ditindaklanjuti oleh Polsek Weda Selatan.

 

 

Laporan Reporter : Ode

Editor.                    : Red DN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed