Bekerja Sebagai Tenaga Medis, Warga Asahan Ini Positif Covid-19

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, ASAHAN- Hari ini terkonfirmasi penambahan satu orang yang baru ditetapkan positif virus corona atau Covid-19. Satu orang tersebut merupakan warga Kabupaten Asahan berinisial JS.

Pria 32 tahun tersebut, merupakan seorang perawat di RS Hidayah Delitua dan berdomisili di Medan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Rahmat Hidayat Siregar melalui press releasenya, Sabtu (18/7/2020).

Dijelaskan Rahmat, sesuai Informasi yang dihimpun, pada tanggal 4 Juni 2020, JS tiba di Kecamatan Aek Songsongan dari Medan.

Kemudian, pada tanggal 6 Juni 2020, JS berangkat ke Medan, dengan alasan kembali bekerja.

Sementara, baru-baru ini, pada tanggal 11 Juli 2020, seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di RS Hidayah Delitua, diperiksa secara massal dengan rapid test.

BACA JUGA :   Tingkatkan Kepatuhan Prokes, Polsek Rungkut Gencar Gelar Operasi Yustisi 3M

Pada tanggal 13 Juli 2020, JS meminta diperiksa dengan menggunakan swab di RS Bhayangkara Medan.

Setelah menjalani uji swab, pada tanggal 17 Juli 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mendapatkan informasi penambahan kasus positif Covid-19 melalui identitas yang dimiliki JS.

“Saat ini kondisi pasien cukup baik dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Medan,” ujarnya.

Menindaklanjuti hasil tersebut, surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan bekerjasama dengan Puskesmas Aek Songsongan melakukan tracing kontak erat dengan pasien.

Berdasarkan hal tersebut, Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, melalui Rahmat, meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Tetap memakai masker, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan, tetap jaga imun tubuh dengan sering berolahraga serta tetap jaga kesehatan,” pungkasnya. (AN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses