oleh

Berbekal Keuletan, Supriyono Sukses Budidayakan Cocak Rowo

DimensiNews.co.id, MAGELANG – Setiap usaha apapun harus dilakukan secara ulet. Hal inilah yang dianut Supriyono, pria kelahiran Ponorogo 42 tahun yang lalu dan kini bermukim di Sawangan, Magelang. Setelah lulus dari Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Supriyono mulai mencari pekerjaan seperti para sarjana pada umumnya. Namun Dia merasa kurang nyaman dan mencoba berwirausaha.

Supriyono mencoba berdagang ayam potong dengan berkeliling menawarkan dengan sepeda motor.

“Pertama kali saya berkeliling hanya menawarkan 2 ekor ayam. Alhamdulillah, setiap hari ada peningkatan pembeli,” ungkap Supriyono.

Sekitar tahun 2014 menjadi masa keemasan dalam berdagang ayam potong dan Supriyono berhasil membangun Rumah Potong Ayam (RPA) dan menekuni hobi memelihara burung berkicau.

“Awalnya saya hanya hobi memelihara saja, namun kemudian ada keinginan untuk membudiyakannya,” terangnya.

Lebih lanjut Supriyono menjelaskan bahwa mulai budidaya burung berkicau khususnya Cocak Rowo bukannya tanpa kendala. Keluarga awalnya keberatan karena harga burung Cocak Rowo tidak murah yang mencapai puluhan juta rupiah. Meskipun demikian Supriyono ingin membuktikan bahwa hasilnya nanti sepadan dengan pengorbanan awal.

“Saya belajar sedikit demi sedikit, semua saya catat untuk di evaluasi. Ilmu ini saya peroleh dahulu di bangku kuliah yang istilahnya harus ada Recording,” jelas pria dengan 4 anak ini.

Harga anakan Cocak Rowo umur 1 hari bisa mencapai bisa mencapai 2,5 juta. Sampai saat ini Supriyono memiliki 7 pasang Cocak Rowo. Selain itu Dia juga berhasil membudidayakan burung Murai dengan sedikitnya 20 pasang indukan.

“Alhamdulillah setiap bulannya ada yang membeli anakan Cocak Rowo sampai 4 pasang dan anakan Murai 7 pasang,” tutur Supriyono.

Dia menambahkan bahwa pembeli anakan burung dari berbagai daerah. Bahkan ada penghobi burung berkicau dari Jember Jawa Timur sampai datang ke rumahnya untuk membeli anakan burung.

“Untuk kedepannya saya mau menambah kandang lagi untuk budidaya Cocak Rowo dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah,” ungkap Supriyono sambil menunjukkan rencana lokasinya.(pry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed