by

Balita Korban Penganiayaan Alami Trauma Berat, Dinas Sosial P3A Rohul Dianggap Mati Suri

DimensiNews.Co.Id – ROHUL – Buntut penganiayaan sekaligus pencabulan yang dilakukan MH (14 th) seorang pelajar SMPN terhadap Balita NN (4 th) di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu beberapa waktu lalu menimbulkan trauma berat. NN kini takut jika bertemu dengan lelaki dan sering menangis tanpa sebab. Apalagi bila bertemu dengan lelaki yang tidak dikenalinya.

Diketahui, NN yang masih mengecap pendidikan di salah satu PAUD di daerah tersebut menjadi korban penganiayaan dan pencabulan oleh MH dengan cara melukai bagian leher dan perut NN dengan pisau carter, lalu dibuang ke parit di samping pagar beton di belakang gedung fitnes tanpa menggunakan pakaian sehelaipun pada Jum’at (29/05/20) lalu.

“Hingga saat ini anak saya mengalami trauma berat, dia sering ketakutan dan nangis-nangis kalau melihat lelaki yang tak dikenalinya. Putri saya trauma, saya memohon dengan sangat terhadap semua pihak agar membantu saya dalam memperjuangkan keadilan bagi putri saya,” ungkap Indra Gunawan (45), ayah korban pada Rabu (26/06/20)

Indra menjelaskan, pihak perlindungan anak dari Pekanbaru dan Pasirpangarain pernah datang sekali memberikan mainan dan hiburan terhadap Putrinya. Namun sampai saat ini mereka tidak pernah datang lagi. Sementara belum lama ini pihak pengacara dari pelaku MH menghubunginya melalui handphone dan mengatakan seluruh biaya pengobatan terhadap putrinya dihentikan.

Di hari yang sama Kasat Reskrim Polres Rohul, AKP Rainly Labolang, SIK saat dikonfirmasi DimensiNews membenarkan pelaku MH sudah diproses sesuai prosedur. “Iya Betul Pak, Pelaku sudah diamankan,” ungkap Rainly singkat melalui aplikasi WhatsAppnya.

Sementara itu, H. Zulkifli Said selaku Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Nizammuddin Kepenuhan, Kabupaten Rohul membenarkan kondisi NN yang mengalami trauma berat. Hal ini diketahui saat pihaknya melakukan peninjauan dan memberikan bantuan berupa peralatan sekolah serta Sembako di kediaman korban pada Senin (22/06/20) lalu.

“Sejauh ini memang Kondisi anak itu, mengalami trauma berat, artinya dia takut  kalau ada orang laki laki datang kerumahnya. Tetapi karna kita ingin melihat kondisi anak, jadi kita upayakan tetap masuk. Traumatis ini yang harus bisa disembuhkan, mudah-mudahan bisa sembuh dalam waktu dekat,” ungkap H Zulkifli Said berharap agar orang tua korban agar terus mengupayakan konseling terhadap NN yang mengalami trauma.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Rohul, Hj. Sri Mulyati, S.Sos M.Si masih bungkam saat dimintai tanggapanya melalui selulernya atas perlindungan kepada NN yang mengalami trauma berat.

Ditempat lain, gabungan wartawan Rohul membahas tentang keberadaan Dinsos P3A yang dianggap mati suri dan dinilai belum respek terhadap perlindungan anak dari tindak kekerasan, eksploitasi dan perlakuan salah.*(Robert)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed