DimensiNews.co.id, ACEH UTARA- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Pertiwi yang berada di Desa Blang Karieng, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, berkomitmen untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbasis skill dan teknologi.
Ketua PKBM Harapan Pertiwi, M Syahril Ismail, S.E., Jum’at (13/3) kepada DimensiNews.co.id mengatakan, PKBM yang dirintisnya sejak 2014 lalu hingga sekarang sudah mengalami perkembangan yang signifikan serta jumlah warga belajar setiap tahun semakin meningkat.
“Target saya kepada seluruh warga belajar yang sedang menempuh pendidikan di PKBM Harapan Pertiwi bukan hanya sekedar memperoleh ijazah paket A, B dan C tapi mereka harus memiliki skill yang berbasis teknologi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, keberadaan PKBM makin kuat ketika diterbitkannya UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 butir 10 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan nonformal.
Keberadaan PKBM diharapkan untuk memberikan pelayanan pendidikan nonformal sebagai penambah, pengganti dan pelengkap pendidikan formal bagi warga masyarakat yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan kecakapan hidup, mengembangkan sikap dan kepribadian, mengembangkan diri untuk berusaha mandiri dan atau melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Rumpun pendidikan PKBM terdiri dari Kejar Paket A Setara SD/MI , Kejar Paket B Setara SMP/ MTS/N/S, Kejar Paket C Setara SMA/MA/N/S dan program lainnya sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam melaksanakan aktifitas belajar mengajar pendidikan nonformal itu, PKBM Harapan Pertiwi memiliki 5 lokasi yang dijadikan tempat belajar untuk warga yang mengikuti pendidikan paket A,B dan C serta praktek keilmuan lainnya atau skill.
Kelima lokasi itu berada di Kecamatan Muara Batu, Kuta Makmur, Simpang Keuramat, SMK 1, SMP 2 dan SD 5 Nisam serta di Kantor PKBM Harapan Pertiwi di Desa Blang Karieng, Kecamatan Nisam, Aceh Utara.
Saat ini PKBM tersebut memiliki jumlah warga belajar sebanyak 700 orang, dengan total 490 orang belajar di paket A, B dan C dan sisanya 210 orang mengikuti program pendidikan berbasis skill dan teknologi.
Untuk kebutuhan praktek bagi semua warga belajar terutama yang mengikuti program pendidikan berbasis skill saat ini sudah memiliki sarana, yang terdiri dari mesin jahit, peralatan bengkel dan peralatan tata boga yang langsung dibimbing oleh tutor yang handal di bidangnya.
“Semua peralatan praktek itu kita beli dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” katanya.
Sementara itu, untuk meningkatkan minat belajar bagi warga yang putus sekolah di seluruh pelosok desa di beberapa kecamatan itu dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi di setiap kantor kecamatan dan di tempat keramaian warga.
“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan sosialisasi itu semakin banyak warga yang sadar untuk melanjutkan pendidikan nonformal di PKBM Harapan Pertiwi,” sebut Syahril yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe itu.
Selain itu, sebanyak 15 orang aparatur desa yang terdiri dari Kepala Desa, Kepala Dusun dan Kepala Urusan pemerintahan desa yang sedang mengikuti pendidikan nonformal paket C di PKBM kita.
Saat ini syarat untuk menjadi calon kepala desa harus memiliki ijazah tingkat SMA sederajat atau Paket C, dan setelah dinyatakatan terpilih sebagai kepala desa, maka Kades tersebut harus memiliki pembantu yang terdiri dari Sekdes, Kadus dan sejumlah kepala urusan pemerintah desa.
“Untuk seluruh jabatan pembantu kepala desa sesuai dengan urusan masing-masing juga harus memiliki ijazah atau ijazah paket B dan C,” imbuhnya.
Berdasarkan kebutuhan administrasi itu, maka PKBM Harapan Pertiwi yang saat ini sudah memiliki 45 guru,siap menampung warga yang ingin mengikuti pendidikan di semua jenjang dan program pendidikan skill lainnya. (Halim)
















