oleh

Tolak Omnibus Law, MPBI Serikat Buruh Indonesia Terbesar di Indonesia Lahir Kembali

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Organisasi serikat buruh terbesar di Indonesia, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) muncul kembali dengan menambahkan nama organisasinya menjadi MPBI Reborn. MPBI mendeklarasikan akan segera melakukan gerakan terkait penolakan RUU Cipta Kerja atau yang dikenal dengan Omnibus Law terhadap para pekerja di Indonesia.

Gerakan ini dipimpin oleh Andi Sughani selaku Presiden MPBI Reborn dengan 10 juta anggota buruh yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Gerakan ini akan melakukan konsolidasi konsep terkait dengan menganalisa UU no. 13 tahun 2003 dengan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja yang baru.

Menurut MPBI Reborn, ada sembilan amandemen di rancangan undang undang yang menentang kaum pekerja buruh di Indonesia. MPBI Reborn menekankan RUU Omnibus Law seharusnya mengandung tiga prinsip, yaitu prinsip “Job Security” atau kepastian kerja, “Social Security” atau adanya jaminan sosial , dan “Income Security” atau jaminan daripada pendapatan.

Selain itu, MPBI Reborn mempunyai sembilan alasan untuk menolak RUU Cipta Kerja, salah satunya adalah hilangnya outsourcing. Lalu, terdapat juga pasal-pasal pidana yang dihilangkan dalam RUU Omnibus Law ini.

Dalam aksinya mendatang, MPBI Reborn akan menyerukan berbagai tuntutan salah satunya adalah menaikkan upah minimum. Jam kerja yang dijalankan oleh buruh tidak sesuai dengan upah yang didapat.

“Di dalam RUU Omnibus Law juga banyak yang tidak dijelaskan, seperti Jaminan Kelangsungan Pekerjaan (JKP), disitu hanya dibilang bayar iuran dan pesangon dikurangin nilainya. Masa guru mau bayar iuran dengan pesangon sendiri, gak masuk akal,” ujar Said Iqbal, Wakil Presiden MPBI Reborn di Press Conference yang digelar di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (28/2/2020).

MPBI Reborn berharap dengan menyuarakan semua tuntutan dan penolakannya, pihak pekerja Indonesia khususnya para buruh menjadi lebih sejahtera dan tidak terikat dengan RUU Omnibus Law. (Ester/Ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed