by

Warga Utan Jati Menolak One Way, Begini Tanggapan Kasudin Perhubungan Jakarta Barat

DimensiNews.co.id JAKARTA- Warga Utan Jati, Kelurahan Kalideres, melakukan protes terhadap Pemkot Jakarta Barat atas diberlakukannya pengalihan jalur satu arah di Jalan Utan Jati dan Sumur Bor oleh pihak Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat.

Penolakan tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk di beberapa titik dengan nada tulisan, “Kami Warga Utan Jati Menolak Berlakunya Jalan Satu Arah One Way di Jalan Utan Jati Raya”.

Salah satu warga Utan Jati, Fuat mengatakan, seluruh warga menolak adanya jalur satu arah di Utan Jati ini. “Karena hal itu berdampak pada aktivitas warga dan para pelaku usaha menjadi sepi pengunjung karena jalur satu arah ini,” katanya.

Fuat mengatakan, sebelum diberlakukan jalur satu arah ini harusnya disosialisasikan terlebih dahulu agar warga tidak kaget.

“Ia dan warga berharap kondisi ini bisa dikembalikan seperti semula, atau ada solusi lain seperti diberlakukan dengan jam tertentu, waktu jam berangkat kerja dan jam pulang kerja,” ujarnya.

Menaggapi penolakan dari warga tersebut, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah menegaskan penolakan yang diberlakukan jalur satu arah di Jalan Sumur Bor dan Jalan Utan Jati itu hanya segelintir pelaku usaha saja yang ada di sepanjang jalan itu.

“Itu hanya warga yang berjualan di sepanjang jalan itu omsetnya jadi menurun,” kata Erwansyah di Jalan Bedugul Kalideres, Jum’at (14/2/2019).

Erwansyah juga menjelaskan, uji coba ini baru tiga hari, dan dampaknya luar biasa, dimana biasanya di Jalan Daan Mogot terjadi kemacetan sekarang sudah tidak macet, juga di Jalan Utan Jati, Sumur Bor juga Jalan Utama biasanya terjadi penumpukan mobil sekarang sudah terpantau lancar.

“Ini sangat bagus, semua ruas jalan di sekitaran terpantau lancar,” jelasnya.

Erwansyah juga menambahkan uji coba jalur satu arah akan diberlakukan sampai 14 hari kedepan dan mudah-mudahan masyarakat nantinya bisa terbiasa.

“Karena untuk masyarakat sekitar sendiri sudah mengetahui jalan pintas,” ujarnya.

“Kita melakukan rekayasa lalulintas ini murni untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita timbang nanti mana yang paling banyak mudoratnya. Tapi secara kasat mata kami sebagai tehnik pengatur lalulintas mayoritas masyarakat penguna jalan sangat setuju semua,” kata Erwansyah.

Sesuatu yang baru itu, kata Erwansyah, pasti ada pro dan kontranya. “Itu karena mereka belum terbiasa, nanti mereka juga memahami hal itu,” kata dia.

Lebih lanjut Erwansyah mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke Wali Kota Jakarta Barat atas penolakan tersebut, dan wali kota sudah memerintahkan camat beserta lurah agar melakukan pendekatan pada warga.

“Kita sudah laporkan ke wali kota dan pak wali sudah memerintahkan camat maupun lurah melakukan pendekatan,” tutupnya. (Hery Lubis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed