by

Panwaslu Kota Ternate Deklarasi Tolak Politik Uang Dan Ungkap Pelakunya

 

DimensiNews.co.id TERNATE – Deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi sara yang dilaksanakan oleh PANWASLU Kota Ternate sore tadi rabu (14/02/2018) di lokasi Landmark samping pantai Falajawa, Jln. Pahlawan Revolusi, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Sementara dalam deklarasi tersebut dihadiri oleh ke empat koordinator tim sukses pasangan calon masing-masing, Partai pendukung, Polres Kota Ternate, Korem 152 Babullah, Tokoh Masyarakat, Inisiator Pemuda Pemudi serta sejumlah awak media.

Dalam sambutan Ketua Panwaslu Kota Ternate Rusli Saraha, bahwa pada tanggal 15 adalah start pembukaan bagi pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur serta Tim Suksesnya untuk melakukan kampanye. Dalam hal ini sebagai sarana untuk menawarkan VISI, MISI dan Program Paslon atau informasi lainnya yang bertujuan mengenalkan atau menyakinkan pemilih. Kampanye berlansung selama 129 hari (15 Februari – 23 Juni 2018).

Waktu yang demikian panjang dan memadai ini tentu menjadi kesempatan emas bagi paslon dan tim sukses untuk adu gagasan tanpa pencitraan, juga menjadi wahana untuk menularkan program-rogram inovatif yang mengundang decak kagum rakyat Maluku Utara.

Lanjut Ketua Panwaslu Kota Ternate, disamping itu masa 129 hari semoga menjadi wahana utama untuk melakukan PERANG terhadap politik uang dan politisasi sara. Teranate dan Maluku Utara dengan beragam etnis merupakan sebuah modal sosial yang mesti tetap terpelihara keharmonisan warganya. Tentu pemilu kali ini harus menjadi era pemilu tenang, tak perlu tegang, apalagi saling bersitegang.

Tentang perlawanan terhadap politik uang yang dapat dikategorikan sebagai darurat “Nasional”, ini harus dilakukan secara terpadu melalui gerakan bersama yakni “Tolak Uangnya, Ungkap Pelakunya”. Tegas Ketua Panwaslu Kota Ternate.

Karena itu pilihan terbaik yang dapat kita lakukan untuk menjamin pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara berlansung secara lebih berkualitas adalah bersinergi melawan praktek politik uang dan politisasi sara.”Ungkapnya

 

Laporan Reporter : San

Editor.                     Red DN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed