Ternyata, Obat yang Dikonsumsi Lucinta Luna Bisa Atasi Penyakit Berat Ini

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Obat yang dikonsumsi artis Lucinta Luna yang terlibat penyalahgunaan narkoba beberapa hari lalu mengandung benzodiazepine. Diketahui, benzodiazepine merupakan obat resmi yang digunakan oleh medis Indonesia.

Ternyata, menurut Ahli Kimia Farmasi BNN, Brigjen Mufti Djusnir, penggunaan obat tersebut khusus diresepkan untuk penderita epilepsi dan gangguan bipolar.

“Untuk membantu orang epilepsi, karena orang epilepsi harus dibantu supaya dia relaksasi ototnya. Kalau engga dibantu pas dia kumat itu kejang-kejang dia, kalau engga dibantu (obat) kasihan jadi harus dikasih obat,” ujar Mufti, Kamis (13/2).

Mufti menambahkan, selain untuk penderita epilepsi, penggunaan obat ini juga ditujukan untuk penderita gangguan bipolar. Bipolar sendiri merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perubahan mood atau emosi yang drastis dengan tiba-tiba.

BACA JUGA :   Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Istri Tetangga Diciduk Polisi di Tangerang

“Orang bipolar itu pada kondisi tertentu kadang ekstrem, tadi tidak kenapa-kenapa tapi tiba-tiba ngamuk gitu. Itu orang bipolar tidak seimbang, labil, itu dikasih obat ini. Isinya adalah clonazepam,” jelasnya.

Obat-obat yang masuk dalam golongan Benzodiazepine, ujar Mufti di antaranya ziazepam, nitrazepam, ada lorazepam, dan clonazepam. Salah satu obat yang dikonsumsi Lucinta Luna saat diamankan kepolisian adalah Riklona. Sementara, Riklona sendiri mengandung clonazepam.

“Kalau riklona yang digunakan (Lucinta Luna) berarti isinya adalah clonazepam. Clonazepam memang satu derivat dari Benzodiazepine itu,” jelas Mufti.

Dosis penggunaan clonazepam untuk penderita gangguan bipolar hanya 20 mili gram per hari. Sedangkan satu tablet biasanya berisi 2 mili gram.

BACA JUGA :   Nenek 75 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Saat Hendak Buang Hajat

“Untuk orang yang gangguan stres itu lebih kecil lagi dosisnya, 4 ml per hari paling maksimal,” ujar Mufti.

Mufti menjelaskan benzodiazepine merupakan obat untuk relaksasi dan menenangkan. Oleh sebab itu, selain diberikan untuk penderita epilepsi dan bipolar, obat ini juga digunakan dokter untuk mengobati orang-orang yang mengalami stress, depresi, dan insomnia alias penderita yang mengalami kesulitan tidur.

Ia juga menegaskan tidak boleh main-main dengan obat benzodiazepin dengan mencampurkan atau mengkonsumsinya bersamaan obat-obatan bersifat relaksasi lainnya dan minuman beralkohol. Karena sifatnya merelaksasi artinya menekan tekanan pompa jantung. Ketika seseorang sedang marah atau stres maka jantung memompa tinggi, tekanan nadi menjadi rendah ketika dicampur dengan alkohol maka lebih rendah lagi, ini yang dapat menimbulkan kematian.

BACA JUGA :   Banjir Lagi, Warga Periuk Butuh Bantuan Makanan Siap Saji dari Pemerintah

“Banyak orang nggak ngerti, wah keren dicampur, wah hebat, tahunya tewas,” kata Mufti.

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan obat tersebut tidaklah mudah karena harus melalui resep dokter yang kemudian diserahkan kepada apotek.

Karena benzodiazepine ini masuk dalam jenis psikotropika, maka peredarannya ada dibawah pengawasan khusus. Bahkan apotek diharuskan mencatat pengeluaran obat-obat benzodiazepine perbulannya, serta mendata siapa saja orang-orang yang membeli atau mengkonsumsi obat tersebut.

“Itu harus ada catatannya. Jadi benzodiazepine itu obat-obatan resmi yang bersifat psikotropika,” tegas Mufti.

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses