by

Darurat Virus Corona, Ratusan Warga Negara Asing Dievakuasi dari Kota Wuhan

DimensiNews.co.id, BEIJING- Pemerintah Australia, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa bersiap untuk mengevakuasi ratusan warganya dari Kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran wabah virus corona.

Australia berencana untuk mengarantina warganya yang dievakuasi dari Wuhan di Pulau Christmas selama dua pekan. Hal ini memicu kontroversi sebab pulau tersebut dikenal sebagai pusat penahanan imigrasi.

Sementara, Pemerintah Jepang telah memulangkan ratusan warganya. Sekitar 200 warga Jepang yang baru datang dari Wuhan wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, namun tidak ada rencana untuk mengarantina mereka. Hanya saja, mereka diminta untuk tinggal di rumah selama dua pekan.

Sedangkan 650 warga Jepang lainnya yang masih berada di Wuhan mendesak kepada Pemerintah untuk segera dipulangkan. Kini, Pemerintah Jepang tengah mempersiapkan penerbangan untuk memulangkan mereka.

Staf konsulat AS serta sejumlah warga AS meninggalkan Wuhan pada Rabu (29/1). Menurut CNN, mereka diminta berada di ruang tunggu bandara selama dua pekan untuk dipantau kemungkinan munculnya gejala-gejala virus corona.

Kantor Luar Negeri Inggris sedang mempersiapkan untuk mengevakuasi 200 warganya dari Wuhan. Beberapa warga Inggris melayangkan kritik karena kurangnya dukungan pemerintah untuk memulangkan mereka.

Secara terpisah, Uni Eropa telah menyiapkan dua pesawat untuk memulangkan warganya. Sebanyak 250 warga negara Prancis berangkat pada penerbangan pertama. Korea Selatan mengatakan, sekitar 700 warganya akan pulang dengan empat penerbangan pekan ini.

Menurut WHO dan otoritas nasional, ada lebih dari 60 kasus yang dikonfirmasi di luar China. Jumlah terbesar adalah di Thailand, yakni 14 kasus.

Pemerintah China sedang membangun rumah sakit di Wuhan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien yang terinfeksi virus corona. South China Morning Post melaporkan sebuah rumah sakit di Beijing yang digunakan untuk mengobati pasien SARS pada 2003 sedang direnovasi untuk menampung pasien virus corona.

Pakar penyakit pernapasan China, Zhong Nanshan, memperkirakan dalam kurun waktu satu pekan atau 10 hari wabah virus corona akan meningkat. Setelah itu, kemungkinan tidak ada peningkatan dalam skala yang besar.

“Saya pikir dalam satu pekan atau sekitar 10 hari, itu akan mencapai klimaks dan kemudian tidak akan ada peningkatan skala yang besar,” ujar Zhong kepada Xinhua. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed