by

Bareskrim Polri Tembak Bandar dan Sita Sabu 24 Kilogram

DimensiNews.co.id JAKARTA – Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan narkoba asal Malaysia. Sebanyak empat tersangka dan barang bukti sabu seberat 24,197 kilogram berhasil diamankan.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol, Argo Yuwono mengatakan berawal informasi dari masyarakat yang resah melihat peredaran narkoba di Penjaringan, Jakarta Utara.

“Kemudian tim Satgas 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada 17 Desember 2019, melakukan penangkapan terhadap KU (31) di Jalan Marina Raya, Penjaringan, Jakarta Utara dengan barang bukti sabu 6,624 kilogram,” ungkap Argo di Bareskrim Polri, Kamis (26/12/2019).

Polisi pun mendapatkan informasi yang menyuruh KU adalah HW (39) yang bertempat tinggal di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sini polisi menemukan sabu seberat 16,693 kilogram. HW sendiri merupakan residivis yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan sekitar empat bulan. Dalam pengembangan, HW mencoba melawan petugas. Sehingga diberikan tindakan tegas terukur, yang menyebabkan ia tewas.

Tim pun langsung bergerak ke tersangka lain yaitu RD yang berada di Jalan Pluit Karang Karya, Jakarta Utara. “Sesuai keterangan RD, bahwa ia bersama AL membawa barang sabu tersebut dari seorang di daerah Tembilah Riau yang dikendalikan oleh F yang masuk daftar pencarian orang (DPO),” jelas Argo.

Dari tambahan keterangan RD, tim melakukan pengejaran terhadap seorang wanita berinisial SS dan berhasil menangkapnya di rest area KM 102 tol Cipali. Ia hendak menuju Mataram dengan menggunakan bus, dari tangan SS tim menemukan barang bukti sabu 1,053 kilogram dan ekstasi 1.000 butir.

“SS membawa narkotika ke daerah Mataram dijanjikan upah sebesar Rp 20 juta, namun SS baru menerima Rp 4 juta. Kekurangan Rp 16 juta, bila narkotika sudah sampai Mataram,” terang Argo.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pasal Subsidair, tersangka dikenakan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.(DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed