oleh

Keterangan Saksi PT. Menimex Tidak Sinkron dan Dinilai Cacat Hukum

DimensiNews.co.id SAROLANGUN – Sidang sengketa lahan antara Dedi Suryadi dengan  PT. Menimex terus bergulir di Pengadilan Negeri Sarolangun, Kamis (21/11/2019).

Dalam sidang terakhir Tergugat Dua Saipul Adri menghadirkan Saksi Tiga orang dari lembaga adat Kecamatan Mandiangin yaitu, Musa Yunus, Kuras Minguan, dan Sargawi.

Dari ketiga saksi, keterangan mereka kepada Majlis Hakim terlihat tidak sinkron dan membuat hakim kebingungan mendengar keterangannya.

Dalam kesaksiannya, saksi Yunus menyebutkan bahwa lembaga adat memutuskan sepakat menyatakan tanah milik Dedi Suryadi tidak berbatasan dengan PT Menimex.

Yunus juga menyebutkan bahwa yang mengajukan pemohon sidang adat itu adalah PT Menimek. Setelah mediasi timbulah kesepakatan bahwa tanah Dedi tidak berbatasa dengan lahan PT. Menimek.

Selanjutnya keterangan Kuras Minguan yang juga anggota lembaga adat menyampaikan bahwa sidang adat tersebut sudah sering kali diadakan sampai delapan kali.

Kuras juga menambahkan, dalam surat keterangan keputusan adat bahwa tanahnya Dedi panjangnya tidak sampai seratus meter dan lebarnya hanya 53 meter. Dan semua biaya sidang adat tersebut di bebankan kepada pemohon, yaitu PT. Menimex sebesar Rp 150 ribu.

Tidak senada dengan keterangan Sargawi, bahwa memang ia mengakui ada menandatangani surat keputusan lembaga adat, tapi dia tidak membaca sampai habis karena pengelihatannya kurang.

Bahkan Sargawi juga bingung dengan pemohon karena pemohon yang dia tahu pihak dari PT. Menimex, tapi di dalam surat keputusan lembaga adat Saipul Adri (kades).

Sargawi juga juga menyebutkan bahwa lembaga adat jarang mengadakan sidang adat, namun dari ketetangan Kuras Minguan sidang adat sampai delapan kali dilakukan.

Erik Abdillah selaku kuasa hukum Dedi Suryadi menyebutkan, dari keterangan ketiga saksi tergugat dua bertentangan dan tidak singkron, bahkan dari keterangan saksi ada yang menyebutkan sidang sampai delapan kali, dan dari keterangan yang satunya hanya melakukan sidang di lapangan saja.

Terkait masalah surat keputusan lembaga adat Erik menilai cacat hukum, karena dalam keterangan saksi pomohon adalah PT. Menimex dan seluruh biaya ditangung oleh pemohon, tapi di dalam surat keputusan mereka menulis sendiri dan pemohonya Saipul Adri.

“Kami melihat hakim agak kebingungan mendengar keterangan dari ketiga saksi,” kata Erik.

Selain itu kata Erik, saksi pendengaranya agak kurang dan juga kurang penglihatanya jadi bagaimana saksi melihat batas. (Sanu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed