by

Berlabel Kota Wisata, Masih Ada Saja Wilayah Kota Batu Terindikasi Kumuh

DimensiNews.co.id, BATU – Pendamping Nation Slum Upgrading Program (NSUP) Program Kota Tanpa Kumuh, Indro Budiono, mengatakan bahwa setidaknya ada 16 desa/kelurahan di wilayah Kota Batu terindikasi kawasan kumuh.

Menurut dia, banyaknya kawasan kumuh dikarenakan Kota Batu masih belum memiliki SK Kumuh. Oleh sebab itu, SK kumuh harus diterbitkan oleh pemerintah daerah.

“Dengan adanya SK Kumuh ini nanti didalamnya memiliki aturan yang merangkul semua OPD hingga pemerintah desa dan masyarakat. Dengan begitu akan segera membentuk kelompok kerja untuk meujudkan Kotaku,” terang Indro.

Indro menjelaskan, banyaknya kawasan kumuh di Kota Batu tersebut bisa dilihat dari beberapa indikasi yang meliputi ketidak teraturan dalam bangunan gedung meliputi kepadatan, pengamanan, pencahayaan.

Selain itu, dari banyaknya desa/kelurahan masuk dalam kategori kumuh itu dikarenakan beberapa kendala. Yaitu kurangnya peran serta masyarakat dan infrastruktur  yang belum memadai.

“Tidak dipungkiri memang setiap tempat memiliki potensi kumuh. Karena, itu semua harus mencegahnya. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesadaran masyarakat,” tandas Indro.

Untuk daerah yang masuk kawasan rawan kumuh, Indro menguraikan, diantaranya Kelurahan Songgokerto, Desa Pesanggrahan, Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, Desa Sumberejo, Desa Sidomulyo, Desa Gunungsari, Desa Punten, Desa Tulungrejo, Desa Junrejo, Desa Oro-Oro Ombo, Desa Beji, Desa Dadaprejo, Desa Tlekung, Desa Giripurno.

“Kawasan terindikasi kumuh di Kota Batu mencapai 74,46 hektare dari 20.230 hektare,” pungkas dia.

Sementara, menanggapi hal tersebut, Didin Dariyanto, Lembaga Pemerhati Pariwisata dan Kebijakan Pemerintah, menyayangkan, Kota Batu yang notabene adalah kota wisata masih mempunyai 16 desa/kelurahan dalam pemetaan kawasan kumuh.

“lni adalah sebuah cambukan bagi kita, Koa Batu sebagai kota wisata tapi masih mempunyai 16 desa dan kelurahan yang masuk dalam pemetaan kawasan kumuh,” jelas dia, Jumat (11/10/2019).

Dengan kondisi demikian, dia berharap, pemerintah Kota Batu lebih memperhatikan kekurangan atas penataan dan pembangunan atau infrastruktur yang lebih maksimal lagi, agar semua masalah yang menjadi dasar terjadinya kekumuhan itu bisa teratasi.

“Kita tidak berharap, ada pengunjung atau tamu wisata yang nantinya mengatakan ‘kota wisata kok kumuh ya, hal ini yang akan mempermalukan Kota Batu sebagai kota yang menjadi salah satu destinasi pariwisata di Jawa Timur yang paling diminati,” tegas Didin. (Put)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed